pembenihan lele lahan sempit

 

BUDIDAYA BENIH LELE DENGAN LAHAN SEMPIT

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan yang mudah dalam hal pemeliharaan dan pem bibit an nya. Hal ini merupakan suatu peluang besar bagi wirausahawan, karena keuntungan dalam usaha ini sangatlah besar sehingga mampu memenuhi target pemasukan yang terus bertambah. Di Yogyakarta, serapan pasar lele relatif meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap permintaan stok yang terus bertambah, sehingga membutuhkan suatu pasokan tambahan untuk tetap dapat mengisi kebutuhan tersebut. Dengan harga lele yang juga relatif stabil, bisnis inipun terbilang kondusif dari sisi keuntungan. Budidaya pem benih an lele pada lahan sempit ini memungkinkan para pemilik lahan sempit untuk lebih menjamin mutu hasil produksinya. Dengan rata-rata produksi benih per kolamnya 25.000-70.000 ekor, maka dapat dipastikan bahwa usaha ini dapat berkembang cukup baik

bisnis benih lele bisa dilakukan dilahan yang sempit,memanfaatkan lahan tak terpakai disamping rumah (bahasa jawa longkangan),karena untuk pem benih an kepadatan larva lele lebih tinggi.

Larva lele sebanyak 150.000 ekor mampu hidup dengan baik hanya dengan menggunakan luas kolam 200cm x 100cm x 30cm. Budidaya benih lele dengan penggunaan kolam terpal atau fiber semacam ini sangat cocok buat anda yang memiliki tempat yang bisa dibilang sangat sempit, apalagi yang hidup didaerah padat orang-orang berkeliaran.

 

Metode seperti ini ternyata gak hanya untuk yang berkemampuan terbatas (tempat dan uang). Dalam upaya meningkatkan hasil panen produksi dan untuk meminimalisir risiko gagal atau kematian benih, metode budidaya seperti ini akan digunakan alat pembantu yaitu aerator dan kricikan air.  Aerator adalah mesin pembuat gelembung udara yang fungsinya untuk peningkatan kadar oksigen dalam air.kricikan air berfungsi untuk menambah oksigen dan sedikit  mengalirkan air .

Menggunakan aerator dan kricikan  ini ternyata juga dapat digunakan untuk merangsang peningkatan nafsu makan bibit lele yang masih berumur di bawah 25 – 30 hari. Dengan kata lain bibit lele akan lebih cepat gede dan membesar dibandingkan dengan metode budidaya konvensional yang biasanya. Selain yang disebutkan tadi, ternyata masih ada manfaat lain yaitu waktu dalam pemanenan akan jauh lebih cepat. Dengan menggunakan metode seperti ini, saat bibit atau benih lele berumur 30 – 40 hari, benih lele tadi sudah dapat dipindahkan ke kolam untuk dibesarkan atau pun juga bisa di jual untuk keperluan bisnis bibit lele.

Dengan demikian pekarangan rumah bisa dimanfaatkan jika kita memiliki halaman yang sempit. Ruangan yang tidak terpakai juga bisa digunakan untuk dibuat beberapa kolam seperti kolam penyimpanan induk, kolam pemijahan dan kolam pendederan.

Beberapa peternak hanya memiliki 10 indukan dan luas lahan 30m3 bisa menghidupi keluarganya. Asal penanganan saat pemberian pakan induk yang bergizi dan mengetahui cara pemijahan yang baik produktifitas yang dihasilkan akan maksimal.

Budidaya ikan lele di tempat yang sempit memanfaatkan penggunaan media berupa kolam terpal tau banner dan sejenisnya, selain harganya yang sangat terjangkau, kolam seperti ini juga mudah dalam pembuatannya. Ukuran pembuatan kolam yang digunakan tergolong kecil. Kolam yang digunakan untuk pembesaran dan perkawinan benih lele ukurannya relatif sama, yaitu kurang lebih sebesar 4 x 2 meter, 2 x 4 meter, 3 x 4 meter, dan lain sebagainya sesuai tempat atau lahan yang anda  miliki. Tetapi khusus untuk indukan yang mempunyai ukuran sedikit besar, disarankan kolam perkawinan mempunyai ukuran minimum 3 x 2 meter.

 

 

 

HEMAT AIR

Air menjadi sumber penting untuk beternak ikan apa saja. Air untuk pem benih an tidak dibutuhkan terlalu banyak seperti halnya budidaya lele disegmen pembesaran. Hanya saja kualitas air pada kolam pem benih an harus maksimal. Perlu perhatian ekstra terhadap air yang akan digunakan untuk pemijahan hingga benih mencapai ukuran tertentu atau usia benih lebih dari 30 hari atau melewati usia rentan yaitu 30 hari.

air di masukkan ke  penampungan,cara ini bertujuan untuk mengalirkan,memancarkan air di kolam,hal ini untuk selain salah satu mengalirkan/metode pergantian air juga menambah oksigen.

seperti ini sangat di perlukan  untuk pembenihan lahan sempit tebar padat agar oksigen dalam air cukup.

BUDIDAYA BENIH LELE MODAL MINI, HASIL MAXI

Diiringi tekad yang kuat jangan kuatir jika anda hanya memiliki modal yang pas2an, gemar belajar, gemar anjangsana, benchmarking menjadi modal tertinggi bagi calon pem benih.

Harus diingat,benih lele dialam liar yang tidak ada perlakuan khusus, banyak memiliki musuh (predator) dan kualitas air yang tdk memadai saja bisa memijah apalagi memlalui berbagai teknik bantuan hingga produksi benih lele bisa maksimal. Apalagi saat banyak dilakukan pelatihan yang diselenggarakan berbagai pihak tentang berbagai teknik budidaya lele.

HEMAT FASILITAS PRODUKSI

Fasilitas produksi, menyediakan sarana dan prasarana produksi atau hendak memperluas skala produksi modalnya tidak besar, selain penyediaan induk dan kolam tidak ada lagi modal besar yang dikeluarkan. Bangunan atap pembenih (Hatchery) bisa dibuat dari paranet, terpal maupun plastik.

Fasilitas di segmen pem benih an bisa menggunakan bahan yang murah, bisa dibuat sendiri atau dibuat dari rongsokan barang bekas. Kemauan yang kuatlah kunci sukses bagi yang ingin terjun di segmen pem benih an.

HEMAT PAKAN

Jika kita memiliki 20 indukan ikan lele bahkan kita bisa tidak mengeluarkan biaya pakan apapun. Kebaikan alam telah menyediakan pakan indukan seperti bekicot, limbah ikan yang bisa diminta kepada penjual ikan segar dipasar tradisional. Kita bisa membuat pakan alternatif sehingga memghemat biaya pakan

HEMAT WAKTU

Aktifitas pem benih an amat singkat sehingga hemat waktu dan perpuratan uang jadi cepat dan kita tidak terimbas oleh fluktuasi nilai mata uang yang bergerak dengan cepat. Segmen benih kita bisa menjual hasil produksi terserah kita. Kita sudah bisa menjual benih lele  dihari ke-7, 15, 21, 25 dan setrusnya.

Semakin lama benih umurnya tentu semakin mahal namun dibutuhkan luas lahan lebih banyak lagi. Jika benih lele dijual pada umur yang muda untungnya kita bisa memijahkan kembali dan cepat dendapatkan uang.

PASAR BENIH LELE TERBUKA LEBAR

 Peningkatan permintaan lele ditingkat konsumsi dipicu kesadaran masyarakat, harga yang murah dan tidak terlepas kampanye dari program Gemar makan Ikan (GMI).

Sebagai contoh,. Boyolali yang dikenal dengan kota lele tidak mampu memenuhi breeder di Jogja.

Dimusim ‘langka benih’ bagi para breeder profesional adalah musim meraup untung besar. Disaat para peternak tidak mampu memijahkan indukan, bagi yang sudah ahli ‘bargaining position’ mereka jadi meningkat dan harga menjadi tinggi.

JUAL BELI BENIH LELE

Mata rantai perniagaan benih lele jelas, system pembayaran berlaku cash and carry, ada uang ada barang. Hanya yang membedakan adalah harga.

Seperti NTT  Sumbawa,tambolaka,waingapu,ende dan kupang ,Sulawesi makasasar,palu,kendari,manado,gorontalo dan luwuk, kalimantan balikpapan,palangkaraya,sampit,sintang,ketapang,banjarmasin,tarakan dan pontianak dan juga di kepulaun riau antaranya Batam sedangkan untuk indonesia timur benih lele yang di supli adalah sorong manokwari jayapuraa dan timika daerah daerah tersebut adalah daerah ‘benih mahal’ dan disukai  oleh pem benih di pulau jawa karena harga bisa mencapai empat kali lipat.

Dari mata rantai budidaya disegmen pem benih an ini juga menghidupkan roda perekonomian karena banyak menciptakan lapangan kerja didalamnya seperti :

Pem benih lele

Pengepul benih lelel

Pelaku Transportasi

Kebutuhan pelet starter, vitamin, antibiotik dan probiotik

Pencari pakan cacing sutra

Peralatan-peralatan yang dibutuhkan pem benih

 

TRIK MENJUAL BENIH LELE

Profesional adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi pelaku penjual benih. Jaminan kualitas harus dikedepankan. Kualitas benih adalah produk yang membuat konsumen percaya. Permintaan konsumen harus memenuhi syarat seperti : ukuran, strain benih, jumlah, harga hingga ketepatan waktu kirim dan kesinambungan benih.

Permintaan yang tinggi tidak menjamin kita akan sukses berbisnis benih lele baik bagi pemijah, pengumpul larva dan pengepul. Pelaku segmen ini harus menguasai teknologi air, pemberian pakan dan managemen transportasi.

Kegagalan pembenih serng terjadi dikarenakan faktor non teknis atau melanggar etika bisnis dalam tata-niaga benih lele seperti :

Pem benih tidak jujur dalam memberi informasi riwayat/histori benih yang diminta oleh konsumen

Adakalanya pem benih jumlah benih yang diorder tidak sesuai dengan permintaan

Pem benih tidak mendalami managemen transportasi sehingga sering terjadi benih sudah stress saat sam pai dilokasi kolam pemesan

Pem benih menerapkan standar tinggi pada harga benih

Pem benih enggan berbagi rezeki dengan misalnya pengepul.

 

BUDIDAYA KUSUS BENIH LELE

Pem benih an termasuk mudah untuk dipelajari. Jika sudah bisa membedakan mana indukan yang dipijahkan secara alami atau indukan yang hanya bisa dipijahkan secara buatan maka memilih usaha pem benih an merupakan pilihan yang tepat. Banyaknya pelatihan-pelatihan, buku-buku dan dan para ahli membuat kita bisa cepat belajar.

Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara budidaya benih lele ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama. Contohnya ketersediaan air alami dan intensitas cahaya matahari yang menyinari kolam, Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir. Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak benih lele yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan oleh dinas setempat. Karena bisnis benih lele ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan  benih lele yang membludak .

Semoga bermanfaat

memanfaatkan kotoran sapi untuk pakan ikan

 

Dalam budidaya ikan air tawar kita sering dihadapkan pada suatu persoalan yang lumayan  rumit, bukanlah masalah teknis ,tapi justru pada bagian proses produksi  itu sendiri,salah satu hambatan yang sering kita temui dan menjadi keluhan adalah soal pakan,pakan pabrikan pelet yang hanya selisih sedikit dengan harga nilai jual ikan di tingkat petani,bahkan banyak yang menilai budidaya ikan  untuk pembesaran  sangat sedikit untungnya bahkan bisa bisa merugi,pakan alternatif adalah jalan agar produksi pakan ikan dapat di tekan, untuk menekan biaya produksi tidak ada salahnya para pembudidaya memanfaatkan limbah kotoran sapi.

Kotoran sapi Tidak hanya dapat diolah menjadi bio gas, kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan, Dengan menggunakan bahan baku kotoran sapi, yang kemudian dicampur dengan kulit padi (sekam) dan serbuk kayu, Bahkan, menggunakan pakan berbahan kotoran sapi ini membuat kondisi ikan lebih sehat dan lebih besar dibanding ikan yang dihasilkan menggunakan pakan pabrikan.

 

Pakan berbahan kotoran sapi ini bisa dikonsumsi untuk semua jenis ikan, seperti lele, patin,bandeng dan lainnya. Ikan  lebih berkembang dan lebih sehat karena setelah kotoran sapi tersebut dicampur dan diaduk dengan bahan lainnya sepertikotoran sapi 60% ,bekatul 30% dan tetes tebu atau ampas kelapa 10%,semua bahan tersebut di campur dan  dikeringkan terlebih dahulu, kemudian diolah dan dicampur lagi dengan tepung ikan yang mengandung kalsium, karbon (penyerap racun), silikat (pertumbuhan tulang), nitrogen (sirkulasi udara), dan tetes tebu atau ampas kelapa. Setelah menjadi adonan,selanjutnya dicetak bulat-bulat kecil seperti pakan ikan lainnya yang dihasilkan oleh pabrikan.

Pelet Ikan dari Kotoran Sapi?

Memang gagasan yang sudah dioperasionalkan tersebut memberikan berbagai manfaat atau memiliki beberapa kelebihan. Dan gagasan ini bisa menarik, karena saat ini berbagai pihak yang terkait dengan akuakultur ,Keberhasilan menekan harga pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar

 peneliti, akademisi, pengusaha, maupun pembudidaya ikan, sedang getol mencari solusi untuk memperoleh pakan alternatif yang harganya lebih murah, agar dapat mendatangkan untung bagi para pelaku usaha, maupun berdayasaing di dunia internasional.

pelet ikan di pasaran yang biasanya Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kg, menjadi terlalu mahal bila dibandingkan dengan pelet ikan dari kotoran ternak yang bisa dipasarkan dengan harga Rp 3.000 atau Rp 4.000 per kg. Dalam kondisi kering, kadar proteinnya adalah 10,11 persen. Dijelaskan pula bahwa pada uji coba budidaya lele yang di lakukan, dengan pelet biasa, masa panen memerlukan 3sampai 4bulan, sedangkan dengan pelet kotoran sapi , ikan bisa dipanen lebih cepat, yakni sekitar 2bulan.

Untuk menghilangkan bau tidak sedap, ditambahkan dalam proses produksinya sebuah cairan organik, atau cairan probiotik. Sayangnnya kita semua belum dapat mempertimbangkan efek negatif yang bisa timbul, dan bahkan bisa fatal terhadap kelangsungan kegiatan budidaya perikanan. Yang disampaikan hanyalah faktor  ekonomi mikro, tanpa melihat dampak ekonomi makro, maupun ekses psycho-sosialnya. Penggunaan kotoran ternak untuk bahan pakan ikan ini bisa memberikan dampak negatif bagi pasar ikan domestik maupun luar negeri.

 

Pemberian pakan ikan dengan kotoran sapi yang di olah menjadi pelet memang belum di rekomendasikan secara kusus namun sebagai informasi bahwa sudah ada petani ikan yang melakukannya.

Tentunya kita semua bermaksud  dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan, juga sekaligus mendukung ketahanan pangan (food security). Apalagi ikan dikenal sebagai sumber protein yang positif

Terkait dengan pencitraan ikan penggunaan kotoran ternak sebagai pakan ikan, bisa merupakan “pembenaran” bahwa ikan merupakan hidangan yang menjijikkan, karena suka memakan kotoran. Hal inilah yang saat ini sedang banyak diupayakan untuk dihapus dari opini masyarakat.

 

Namun ada cara lain untuk Memanfaatkan kotoran sapi yang lebih efektif  hal ini dengan cara di fermentasikan dahulu untuk menumbuhkan pakan alami berupa cacing

Cara FERMENTASI LIMBAH TERNAK SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF LELE :

Proses fermentasi dilakukan berguna untuk :

Menyatukan semua unsur biomassa menjadi satu kesatuan.

Mempercepat kulturisasi bakteri positif

Meningkatkan kandungan protein secara signifikan

Bahan fermentasi terdiri dari 2 (dua) bagian :

A.      Bahan Starter/utama    

 1.       Kotoran sapi

 2.      Biocatfish

B.      Bahan Buffer/penyangga 

1.       Limbah kulit  buah

2.       Limbah sayur

3.       Ampas kelapa

 

Fungsi dan kinerja

Kotoran sapi          :         Yang akan ditingkatkan kandungan proteinnya.

 Biocatfish              :         Penumbuh Bakteri Positif

  Limbah kulit buah/ sayur

Diamkan selama 3hari,     Setelah tiga hari akan mengalami pembusukan dan akan terurai dan menjadi pakan cacing tanah

Ampas Kelapa       :         Kandungan lemak ampas

kelapa akan mempercepat proses pembesaran pada lele

 

Cara fermentasi kotoran sapi:  (sampel rasio limbah sapi 100kg)

Lama fermentasi                                  :     1 bulan

Limbah sapi                                       :     100 kg

Limbah ayam                                      :      100 kg

Ampas tahu                              :     10 kg

Ampas kelapa                                     :     1  kg

Kulit buah (nenas, semangka dll)         :     1  kg

Limbah sayur (semua sayur)      :     1  kg

Molase                                               :      2 liter (penumbuh mikroba)

Biocatfish (fermentor)                         :     100ml

 

 

Cara pemberian :

Bahan bahan diatas cukup ditaburkan dipermukaan limbah sapi, biocatfish cukup dicipratkan merata.

 

Media/tempat

Taruh semua bahan di wadah tertutup agar terhindar dari intensitas matahari langsung dan terhindar dari air hujan. Upayakan media tetap lembab, tidak kering  dan air tidak menggenang (kami menggunakan terpal sebagai atap).

Cara diatas adalah  agar cacing tanah tumbuh sempurna. Cacing adalah pakan semua jenis ikan yang terbaik dengan kandungan protein 60%, setelah satu bulan berikan limbah sapi hasil fermentasi tersebut pada ikan, proses fermentasi 1 bulan akan menumbuhkan jutaan cacing dan larva cacing yang sangat berguna.

Anda tahu sekarang bahkan mungkin bertanya bukankah ini panduan  beternak cacing lumbricuus, anda benar, pemaparan yang sesungguhnya diatas adalah teknik/cara beternak cacing tanah, dan bukankah kita tahu jika cacing memiliki kandungan protein 60% jauh diatas kebutuhan protein bagi lele.

 

MANFAAT PENGGUNAAN PAKAN ALAMI UNTUK IKAN

Penggunaan pakan alami untuk budidaya ikan memang banyak yang mempertimbangkan untuk membuat dan mengaplikasikannya, terlebih hal ini banyak bermanfaat bagi ikan yang masih dalam pertumbuhan (burayak), berikut adalah keunggulan pakan alami dibanding buatan :

 

1. Tidak Menurunkan Mutu Air

Hal semacam ini berlaku terlebih utk type pakan alami hidup di karenakan tidak sama dng pakan buatan yg dapat mengedap di basic perairan. Pakan buatan yg tersisa dapat terurai jadi Amonia, Nitrit, Nitrat serta lain lain. Sistem Penguraian itu memerlukan Oksigen hingga kandungan Oksigen di perairan dapat alami penurunan. Amonia yg dihasilkan yaitu senyawa yg karakternya racun utk ikan.

2. Tidak Mudah Rusak

Pakan alami yg berupa organism hidup relatif lebih tahan lama serta gampang rusak dng sarat dipeluhara bukan hanya dlm lingkungan yg cocok dng habitat aslinya.

3. Gampang Dicerna Ikan

Pakan alami gampang di cerna dlm saluran pencernaan ikan serta gampang di serap oleh usus halus ikan.4. Cepat Berkembang BiakPakan alami amat cepat berkembang biak di lingkungan yg kaya bahan organik. Baiknya perubahan pakan alami ini juga diawasi agar tak terlepas control.

Penggunaan pakan alami memang banyak keunggulannya, namun disisi lain ketika menggunakan pakan alami, budidaya ikan akan lebih menguras tenaga dan pikiran karena lebih mudah ketika kita menggunakan pakan buatan.

Kotoran sapi bisa didapatkan dari para peternak sapi yang ada di sekitar anda. Dan jangan khawatir bakteri yang ada di kotoran sapi sudah tidak berbahaya bagi  kita karena sudah melalui proses fermentasi. Jadi sekarang kita bisa dengan mudah berbudidaya ikan lele  nila gurami ikan mas ikan patin ikan koan ikan bawal sertaikan bandeng ,dengan pakan murah tetapi hasilnya tidak murahan. Dan bisa menggunakan pakan organik dari bahan yang biasa saja tetapi hasilnya luar biasa.

Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara organik ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama. Contohnya ketersediaan air alami dan intensitas cahaya matahari yang menyinari kolam. Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir. Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak lele yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan oleh dinas setempat. Karena bisnis ikan lele ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan lele yang membludak .

Semoga bermanfaat

persiapan tempat dan alat pemijahan benih lele

 

tempat pemijahan induk ikan lele dengan lahan minim dapat memanfaatkan lahan kosong samping rumah.Rumah benih digunakan untuk kegiatan karantina/pemberokan sebelum benih-benih dijual atau digunakan sebagai tempat karantina untuk ikan-ikan yang sakit. Peralatan pembenihan tidaklah banyak dan memakan tempat.

Tempat memproduksi benih mulai dari pemijahan hingga menghasilkan larva, tempat pemijahan ini digunakan hanya 5 hari hingga 15 hari yang kemudian disatu tempat ini bisa dilakukan pemijahan kembali dengan demikian tempat pemijahan bisa dilakukan berkali-kali dalam 1 bulan jika memang kita memiliki kolam yang terbatas.

Kelak kedepan bagi pembenih ingin meningkatkan produktifitas memang disarankan untuk melengkapi perlengkapan yang dibutuhkan seperti :

Alat pengukur suhu ruangan (termometer)

 

 

Alat pengukur suhu air

alat pengukur PH

Pemanas ruangan

Pemanas air

Alat penambah oksigen (aerator)

Hal-hal yang prinsip yang harus dipenuhi persyaratan sebagai pem benih.

Memiliki sumber air sendiri

Kualitas air yang memenuhi syarat untuk pembenihan. Untuk pem benih an air dibutuhkan yang berkualitas seperti kadar oksigen tinggi, tidak mengandung logam, karat, jernih dan tidak keruh.

Segmen pem benih an bisa diawali dengan sederhana kemudian meningkat menjadi semi permanen dan dilanjutkan menjadi permanen atau dengan sistem intensif yang hampir seluruh explorasi dan eksploitasi di segmen pem benih an parameternya dilakukan sesuai dengan keinginan kita.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah masalah keamanan, jika lokasi pembenihan didalam kota justru akan meningkatkan penjualan benih karena dapat dijangkau dari semua penjuru.

Penampungan air

Air siap pakai harus tersedia setiap saat karena akan dibutuhkan secara tiba-tiba. Bak penampungan air adalah wadah mengatasi air dalam keadaan stand-by.

Agar air mudah dialirkan letak bak air air harus lebih rendah dari sumber air dan lebih tinggi dari bak pemeliharaan. Bak penampungan harus kuat agar dapat menampung air dalm jumlah yang cukup. Media penampungan air bisa menggunakan yang terbuat dari bak semen atau bak fiber.

Luas bak yang disediakan untuk penambupangan air bisa disesuaikan dengan jumlah produksi benih perbulan. Misalnya bagi pemula yang terbatas jumlah induk dan luas lahan dan ingin memijahkan sebnyak 100.000 benih bisa membuat bak penampungan 200cm x 150cm x 100cm. Bak penampungan harus ditutup agar tidak tercampur debgngan air hujan.

Agar kualitas air dapat tetap terjaga dengan baik dan bersih, usahakan penggunaan air jangan terlalu banyak sobat. Selain untuk menghemat pengeluaran, hal seperti ini juga memudahkan sobat-sobat saat dalam proses pembersihan atau pengurasan kolam. Ketinggian air dalam kolam terpal untuk pembenihan dapat berkisar antara 8 – 16 cm. Tetapi hal ini juga harus disesuaikan dengan kepadatan penebaran benih. Sehingga budidaya lele di tempat sempit bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Dan juga peralatan sederhananya

 

Ember

Ember befungsi untuk menyimpan dan mengangkut sesuatu, seperti air, pakan, benuh dan lain-lain, jadi jangan sampai lupa untuk menyediakan ember.

 

 

Ember Grading

Ember Grading adalah yang digunakan untuk menyortir ikan lele.

ember seleksi benih ikan patin

 

 

 

 

Jerigen pengangkut benih

Berbeda dengan cara mengangkut ikan jenis lain yang biasanya menggunakan plastik, untuk pengiriman benuh lele sangkuriang sebaikna menggunakan jerigen yang dibuat lubang dibagian atasnya. hal ini untuk meminimalisir tingkat kematian lele sangkriang saat pemindahan bibit.

Berikut contoh jerigen pengangkut benih:

 

 

 

 

 

 

Seser halus dan kasar

Seser biasanya digunakan untuk memanen atau menangkap ikan. seser biasanya tersedia 2 jenis yaitu seser kasar dan seser halus

 

 

Selang Air

Karena kita akan banyak berhubungan dengan air tentunya yang satu ini jangan sampai terlewatkan.

 

 

Happa

Happa berfungsi sebagai wadah Penetasan Telur atau Penampungan  Larva  ikan, selain itu juga berfungsi sebagai wadah penampungan /pemeliharaan /pemberokan benih ikan.

 Bak Pemberokan

Bak pemberokan adalah kolam untuk karantina induk. Kolam pemberokan adalah temapat menyimpan iduk yang sudah matang gonad yang diselksi dari kolam pemeliharaan induk.

Fungsi kolam pemberokan adalah :

Sebagai karantina agar indukan bisa mengadaptasi dari lingkungan kolam induk yang luas mendai sempit

Menyimpan induk sebahgai persiapan pemijahan

Pada saat induk ditaruh dikolam, kolam harus diutup agar tidak loncat. Air dikolam pemberokan tidak boleh jernih kaena bisa terjadi pemijahan liar dan kita tidak mengetahui.

Beberapa peternak tidak menganut sistem ini atau mereka tidak memiliki bak pemberokan karena sudah merasa hapal kapan saja indukan siap pijah atau tidak. Indukan yang diperoleh dengan kualitas tinggi dari hasil introduksi memijahkan indukan tidak sulit dan hasilnya sangat baik, benih sehat dan sangat banyak dan mortalitas rendah.

Bak Pemijahan

Ukuran pemijahan bisa ditentukan dan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Dibanyak tempat umumnya kolam pemijahan dalam bentuk persegi panjang dengan luas bervariasi.

Misalnya : 200cmx100cm, 200cmx120cm, 300cmx200cm, 400cmx200cm dan 600cmx200cm

Jumlah bak pemijahan tergantung dari jumlah kebutuhan dan tergantung dari sistem pemijahannya, jika pemijahan dilakukan dengan cara kawin suntik maka kolam pemijahan bisa dibuat sebanyak 2 buah yaitu satu buah untuk penyimpanan induk betina yang telah disuntik dan satunya penyimpanan induk jantan.

          Pada saat indukan hendak dipihajahkan, sehari sebelumnya kolam pemijahan harus dibersihkan dengan menggunakan sikat sehingga kolam dan air benar-benar steril. Bahkan beberapa peternak 3 hingga 4 hari kolam dikeringkan agar tersiram sinar matahari dan 1 hari hendak dipijahkan kolam digosok dengan air.

Kolam pemeliharaan larva

Teknik pemijahan yang menggunakan sistem kawin suntik digunakan wadah yang disebut tempata penetasan telur, wadah-wadah tempat penetasan telur hingga pemeliharaan larva sampai menjadi benih yang biasa digunakan adalah :

Akuarium

Kolam fiber

Kolam terpal

Kolam semen

Styrofoam

Variasi luas dan jumlah tempat pemeliharaan benih bisa disesuaikan dengan tempat dan kemampuan keuangan : 60cm x 40cm x40cm bisa lebih besar 100cm x60cm x60cm, peralatan yang penting pada kolam penetasan telur adalah :

Heater atau alat pengatir suhu air

Aerator atau alat pensuplai oksigen

Filter

Sebagaian pembenih tidak menggunakan heater yang yang relatif mahal tapi menggunakan lampu agar suhu hangat.

Bak Penampungan benih

Bak penampungan benih digunakan untuk pemberokan, menampung benih setelah keluar dan bak penetasan telur,bak penampungan jumlahnya harus lebih dari satu karena benih harus disortir dan agar menampung dalan jumlah banyak. Daya tetas lele yang tinggi sekitar 40.000 ekor keatas dalam satu bulan saja dibutuhkan luas kolam 20 meter persegi.

Kolam penampungan benih bisa dibuat dari terpal atau kolam semen/tembok. Lengkapi kolam penampungan dengan membuat alat-alat pengatur debit air.

Benih-benih yang sudah diletakkan di kolam penampungan benih harus mendapat perhatian ekstra karena di umur dan ukuran yang relatif masih kecil benih rentan terhadap kematian.

Faktor-faktor tingginya kematian benih disebabkan :

Anomali cuaca yang ekstrim

Kualitas indukan

Pemberian pakan

Managemen air

Tidak seperti persiapan pemijahan dan proses melaksanakan kegiatan pemijahan yang relatif singkat dan mudah justru ke-empat faktor diatas yang paling harus diperhatikan oleh calon pembenih agar memperoleh hasil yang memuaskan.

semoga bermanfaat

ragam alternatif untuk pakan ikan gurami bawal lele

 

Pakan alternatif Adalah solusi praktis dimana kegagalan terbesar dalam budidaya ikan adalah karena serapan biaya  pakan pabrikan saat ini sudah tidak sesuai dengan harga  jual ikan ditingkat peternak.

Banyak ragam pakan alaternatif dalam budidaya pembesaran yang ‘’cukup’ membantu peternak untu meminimalisir biaya pakan.

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya semua jenis  ikan antaranya lele gurami bawal nila ikan mas ikan patin dan ikan graskap. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan  yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba menggunakan pakan alternatif.

 

Pakan alternatif untuk ikan

 

Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan . Sebagai ikan karnivora, pakan ikan harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan  adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Apabila pakan dirasa terlalu mahal kita juga bisa membuat pakan alternatif.

 

Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Cara pemberiannya berdasarkan bobot ikan setiap 10 hari. Misalnya, ikan dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.

Dibawah ini kami memperkenalkan  beberapa pakan alternatif yang bisa dibuat sendiri, dicari dialam bebas atau dibuat dengan cara yang mudah dengan  menggunakan alat-alat yang sederhana dan prakiraan persentase jumlah pakan yang bisa diperoleh.

Methoda Pemberian pakan dibawah ini adalah hasil penelusuran penulis di  : Medan, bondowoso, tanjung pinang, bandung, bekasi, kerawang, pekalongan, jember, sukabumi, tangerang, banyuwangi, gresik, banjarmasin, palu dan gorontalo.

 

Tujuan pokok pembuatan pakan alternatif untuk ikan mengingat :

Harga pakan pabrikan yang mahal

Harga ikan sangat murah ditingkat peternak

 

Mengenal berbagai Pakan Alternatif

 

-Ikan rucah

-lemuru

-tongkol

- Bekicot/keong

- Cacing lubricuus

- Belalang

- Belatung/maggot

- Limbah ikan dipasar

- Ulat

- Usus ayam

- Fermentasi azola

- Sosis/nugget

- Kroto

- Limbah restoran

 

Banyak lagi makanan alternatif untuk ikan yang bisa kita buat tapi jangan berikan ikan yang sudah diawetkan seperti  ikan asin yang  mengandung formalin. Dan untuk pakan tertentudan jenis ikan syarat mutlak penggunaan campuran lorotan/limbah restoran ini adalah kolam dengan air mengalir. Jika air tidak mengalir ikan nila bisa mati semua. Ini disebabkan karena adanya lapisan minyak yang timbul dari lorotan. Bila air kolam mengalir, lapisan minyak ini akan hilang dari permukaan air. Apabila air menggenang, minyak bisa saja menyangkut di insang sehingga ikan mati.

Tentu saja pakan alternatif ini bukan variabel utama untuk sukses berbudidaya ikan.

Bahan makanan alternatif ikan tersebut bisa kita cari di lingkungan sekitar dengan memilih mana yang mudah di dapat cocok untuk ikan yang di budidayakan.

Demikian pembahasan tentang altenatif pakan ikan selain pelet semoga  dapat menjadikan inspirasi buat kita untuk memanfaatkan limbah di sekitar kita untuk pakan alternatif ikan lele ikan gurami ikan nila ikan patin ikan bawal ikan koan sehingga pem budidaya benih dapat untung lebih banyak

 

Semoga bermanfaat

cara fermentasi ampas kelapa untuk pakan ikan

 

Ampas kelapa merupakan limbah industri atau limbah rumah tangga yang sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ikan, karena ampas kelapa masih mudah didapatkan dari sisa pembuatan minyak kelapa tradisional dan limbah pembuatan virgin coconut oil (VCO).

Kelapa biasanya dimanfaatkan untuk membuat santan sebagai bumbu penyedap makanan. Ampas dari santan tersebut biasanya langsung dibuang, karena dianggap tidak memiliki manfaat lagi. Ampas kelapa yang dianggap sampah ini, ternyata masih memiliki banyak manfaat untuk makanan ikan.

cara fermentasi ampas kelapa

 

Ampas Kelapa untuk Pakan Ikan

Ampas Kelapa untuk Pakan IkanPertumbuhan ikan nila meningkat setelah diberi pakan dengan penambahan ampas kelapa terfermentasi. Konsentrasi penambahan ampas kelapa pada pakan yang optimal untuk pertumbuhan dan kadar protein ikan nila sebesar 25%. Namun perlu adanya perbaikan komposisi nutrisi pada pakan agar pertumbuhan dan protein daging meningkat.

KELAPA (Cocos nucifera) termasuk jenis tanaman palma dengan ukuran buah cukup besar. Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan manusia untuk berbagai kepentingan. Bahkan limbah berupa ampas pun masih bisa dimanfaatkan, misalnya sebagai pakan ikan.

 

PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS KELAPA HASIL FERMENTASI PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA 

Ikan nila (Oreochromis niloticus Linn.) merupakan salah satu jenis ikan yang potensial sebagai sumber protein hewani. Untuk meningkatkan produksi hasil perikanan, perlu penyediaan pakan berkualitas, terutama pakan yang mengandung nutrisi dasar protein. Ampas kelapa adalah salah satu jenis limbah rumah tangga yang masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi terutama protein dan berpotensi untuk diolah menjadi bahan pembuatan pakan ikan. Pengolahan awal ampas kelapa melalui proses fermentasi dengan Aspergillus oryzae, sehingga melalui proses fermentasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya cerna proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas kelapa yang sudah difermentasi sebagai campuran dalam pakan terhadap kadar protein dan pertumbuhan ikan nila.

Pemanfaatan ampas kelapa sebagai pakan ini bisa membantu meringankan beban pembudidaya ikan yang mulai kelabakan dengan harga pakan pabrikan yang terus melambung. Ampas kelapa biasanya tak diperjualbelikan. Kita bisa mendapatkannya di tempat-tempat penghasil makanan berbahan dasar kelapa.

Pertumbuhan ikan nila meningkat setelah diberi pakan dengan penambahan ampas kelapa ter fermentasi. Konsentrasi penambahan ampas kelapa pada pakan yang optimal untuk pertumbuhan dan kadar protein ikan nila sebesar 25%. Namun perlu adanya perbaikan komposisi nutrisi pada pakan agar pertumbuhan dan protein daging meningkat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas kelapa yang di fermentasi menggunakan Bacillus subtilis (P1), Trichoderma viride (P2), dan EM4 (P3) menghasilkan peningkatan protein kasar yang berbeda nyata.

CARA FERMENTASI AMPAS KELAPA

 

bahan

1.pelet murah

2.ampas kelapa

3.tepung kanji

Dalam pemanfaatan ini, ampas kelapa cukup dicampur ke dalam pelet. Caranya, ampas dikeringkan selama 4-5 hari di tempat terbuka. Setelah kering dihaluskan. Pelet juga dihaluskan dengan blender. Campurkan keduanya, ditambah tepung kanji dan air secukupnya. Jadilah pelet baru yang harganya jauh lebih murah.

Atau juga bisa fermentasi seperti halnya ampas tahu untuk pakan ikan

Bahan :

1. Ampas kelapa 25 kg

2. Ragi tape 5 -7 butir  atau Ragi tempe 2-3 lembar

3. Mineral B12 atau mineral feed supplement A Medion 0,5 kg

 

Pembuatan :

1. Ampas kelapa di peras kadar airnya hingga akas pero saat di kepal sudah tidak keluar air lagi, lalu masukkan dalam kukusan , masak 30 menit  sejak air mendidih lalu dinginkan, hamparkan ke lantai.

atau ampas kelapa di kocori air panas 2 liter tiap 25 kg ampas kelapa,lalu tutup rapat biarkan 10-15 menit lalu ampas kelapa di peras kembali.Hasil terbaik tetap yang di kukus…….

 

2. Ampas kelapa hangat tipiskan sebar merata , sebarkan mineral dan ragi tape lalu aduk adukmerata ,baru masukkan dalam plastic drum atau ember peram 2-3 hari hingga keluar bau wangi, proses fermentasi selesai.,Jika tidak di keringkan, tetap simpan dalam drum ambil sedikit sedikit untuk di berikan ke ikan, ini bertahan hingga 1 minggu asal kedap udara. Atau setelah di peram selesei ampas tahu di keringkan atau di oven hingga bisa di simpan 2 bulan

 

Kandungannya ampas kelapa

Lemak kasar 23,36

Serat makanan 5,72

Serat kasar 14,97

Kadar abu 3,04

Kecernaan bahan kering in vitro 78,99

Kecernaan bahan organik in vitro 98,19

 

Setiap pembudidaya bisa menggunakan bahan-bahan ini dengan komposisi tertentu, sesuai dengan kandungan gizi yang diinginkan. Pasalnya, kebutuhan gizi bagi ikan berbeda-beda menurut umurnya.

Demikian cara fermentasi ampas kelapa untuk pakan ikan.

Semoga bermanfaat

 

 

 

cara mudah budidaya azzola di kolam

 

Azolla (Azolla pinata) adalah satu-satunya genus paku air yang mengapung dari suku Azollaceae. Biasanya dia akan bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau bernama Anabaena Azollae, yang kemudian mengikat nitrogen langsung dari udara (http://www.batan.go.id, 2012).

Tanaman paku air atau bahasa Latin Azolla microphylla mungkin belum terlalu akrab di telinga masyarakat awam. Tetapi ternyata tanaman yang merupakan genus suku Azollaceae ini memiliki cukup banyak manfaat, terutama di sektor peternakan dan pertanian untuk pakan ikan dan unggas serta pupuk.

kandungan gizi Azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbohidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 56persen dan serat kasar 13 persen. lebih tinggi jika dibandingkan dengan konsentrat dedak, jagung, dan beras pecah.

 Berdasarkan pengalaman di lapangan, dalam keadaan segar Azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami,graskap, tawes, nila dan karper lele ikan mas bawal serta patin. Itulah sebabnya mengapa Azolla Sp. begitu potensial sebagai pupuk hijau dan memberikan hasil panen yang tinggi. Karena itu, tanaman paku azzola ini juga juga ada pasarnya atau laku di jual.

 prospek azzola atau budidaya paku air sangat menjanjikan. Pasalnya, untuk merawat tanaman ini bisa dibilang tidak mengeluarkan biaya apapun. Padahal,tanaman azzola ini bisa membantu mengurangi biaya pakan hingga 50% dalam budidaya ikan nila lele gurami patin graskap ikan mas dan patin serta ikan bawal.

 

 

car budidaya bibit azolla

Azolla sudah berabad-abad digunakan di Cina dan Vietnam sebagai pupuk bagi padi sawah. Menurut Efendi (2012), Kemampuan Azolla untuk menyuburkan tanaman sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Orang-orang China dan Vietnam sudah sejak abad 15 dan 17 sudah memanfaatkan Azolla untuk pupuk tanaman. Bahkan di Vietnam dan India, Azolla ini memang sengaja dikembangbiakan dan dibudidaya kan untuk kemudian diper jual beli kan karena bisa dipakai untuk menjadi pupuk tanaman dan pakan ternak. Meskipun demikian, seiring dengan perkembangan pupuk hijau, penggunaan azolla ini kini lebih banyak dimanfaatkan untuk budidaya per ikan an. Dengan adanya mindazbesi yang menggabungkan mina padi dengan azolla,

 

cara budidaya azolla di kolam

Benih azzola

 

Azolla yang kadang disebut dengan “ganggeng”, "mata lele", "mata air" sangat mudah ditemukan disawah pada saat bulan pertama penanaman padi (Efendi, 2012).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa kini Azolla telah tersebar di penjuru bumi.  Azolla tumbuh secara alami di Asia, Amerika, dan Eropa. Menurut http://www.batan.go.id (2012) Azolla mempunyai beberapa spesies, antara lain: Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra.

 

 

 

Azolla (Azolla pinata) yang tumbuh pesat di ember

            Azolla dapat tumbuh dengan baik pada temperatur rata-rata 15-30 OC. Temperatur optimum kira-kira 25 OC untuk Azolla filiculoides, A rubra dan A japonica. Sedangkan emperature di bawah 10 OC pertumbuhan Azolla kurang baik Azolla dapat beradaptasi di atas emperature –5 OC.

            Sinar matahari sama halnya dengan tumbuhan hijau lainnya, Azolla juga butuh sinar matahari sebagai fotosintesis dan nitrogenase. Dimana Azolla yang tumbuh di daerah yang kekurangan sinar matahari akan kurang baik pertumbuhannya. Sedangkan apabila mendapat sinar matahari yang kuat juga kurang baik  Azolla akan menjadi warna merah dan warna merah kecoklatan atau mati. Sedangkan pada musim panas dan dingin Azolla akan menjadi warna merah atau merah kecoklatan. Untuk menghindari hal tersebut diatas kita harus menggunakan naungan agar tumbuhan Azolla dapat tumbuh dengan subur sehingga Azolla akan menjadi hijau. Azolla dapat tumbuh dengan baik pada keadaan air atau tanah sedikit asam dengan pH 4. Sedangkan pada kebutuhan mineral Azolla dapat menyerap nutrisi dari air pada saat Azolla mengapung di air. Sebab phospor yang ditebar dari tanah terurai secara perlahan-lahan oleh air. Tapi populasi azolla yang mengapung di atas air kurang baik menyerap atau mengambil phospor tersebut. Penerapan pupuk phospor akan lebih baik dan efektif untuk meningkatkan pertumbuhan  apabila di semprotkan di atas pertumbuhan Azolla. (Khan, 1988). 

Cara lain adalah dengan menanam Azolla secara khusus di kolam.

Tempat budidaya Azolla cukup menggunakan wadah kotak plastik, box kayu, atau kolam terpal buatan sendiri, yang penting tidak mudah lapuk (http://dkwek.com, 2012).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa jika punya lahan, budidaya Azolla bisa menggunakan kolam tanah. Bagi yang menggunakan kolam non-tanah, sebaiknya dibuatkan water level untuk kontrol air. Hal ini sangat berguna ketika musim hujan karena air di dalam kolam akan penuh. Dengan adanya kontrol air, air akan keluar secara otomatis jika melewati batas level ketinggian. Caranya cukup buat saja lubang dua atau tiga buah di dinding kolam.

 

Media dapat menggunakan bak plastik, kolam, terpal, dan tempat lain yang tidak ada ikan  berukuran besar, jika ada ikan kecil (guppy,cere) tidak begitu bermasalah, justru bermanfaat agar tidak menjadi perkembang biakan jentik nyamuk. Lakukan penyemprotan stok setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk P ( 1 sendok makan SP-36 per 1 liter air). Sebaiknya Sp-36 ditumbuk halus agar mudah larut dalam air. indukan ini digunakan untuk bibit yang akan ditanam di lahan yang lebih besar. Bisa juga dilakukan dengan kurasan air kolam ikan yang tercampur kotoran ikan.

 

PERSIAPAN TEMPAT BUDIDAYA AZOLLA :

Perlakuan pertama saat barang tiba(dari paketan,jika membelinya dari jarak yang jauh dari tempat budidaya)) letakkan azolla microphylla ditempat teduh(dalam bak/wadah berair + pupuk kandang) selama 2 hari atau lebih, sampai Azolla microphylla terlihat segar, baru dipindah ke tempat yang terkena matahari atau kolam

Tempat terbaik untuk budidaya adalah KOLAM TANAH, bila tidak memakai kolam tanah, tambahkan tanah dalam tempat itu (karena azolla suka media yg berlumpur),campurkan tanah dengan pupuk kandang(kotoran kambing, kotoran ayam, atau yang lainnya) kedalam kolam, baik menggunakan kolam terpal ataupun kolam tanah.

langkah selanjutnya , isi kolam dengan air minimal 5 cm (dari permukaan media pupuk) maksimal 20 cm, jangan terlalu tinggi air dalam kolam akan lebih baik jika akar azolla dapat menjangkau media. dan yang tak kalah penting adalah SINAR MATAHARI, semakin lama mendapat sinar matahari semakin baik

  Sebagai habitat asli tanaman rawa atau sawah, budidaya Azolla Microphylla tidak sulit. Kunci utama mengembangkan tanaman ini adalah membuat media tanam menyerupai habitat aslinya.

 tanaman ini bisa dikembangkan di kolam terpal yang diberi lumpur ataupun kolam tanah.Untuk menghasilkan Azolla yang maksimal, baiknya tanah yang akan dimasukkan dalam kolam dicampur dengan pupuk kandang kering. Komposisi campurannya, 70% tanah dan 30% pupuk kandang.

Selanjutnya, campuran tanah dan pupuk kandang dimasukkan ke dalam  kolam secara merata dengan ketebalan sekitar 5 centimeter (cm). Setelah itu isi kolam dengan air secukupnya. Setelah kolam siap baru dilakukan penebaran bibit.

Saat penggunaan pupuk kandang pada media, PERHATIKAN BAU AIR. apabila air menjadi BAU, berarti pupUk belum terfermentasi sempurna, JANGAN DIPAKAI !! azolla bisa MATI.

 

Untuk kolam berukuran 2 x 3 meter, bisa diisi bibit sebanyak 1 kilogram. Biasanya bibit ini bersifat basah, sehingga harus segera ditebar.  Supaya Azolla bisa tumbuh maksimal, perhatikan ketinggian air di dalam kolam. Ketinggian air di dalam kolam cukup antara 10 cm – 15 cm dari lumpur.

Semakin dekat jarak air dengan lumpur akan semakin baik karena akan mempercepat perkembangan tanaman. Yang harus diperhatikan juga adalah posisi kolam. Sebaiknya jangan tempatkan kolam di bawah sinar matahari langsung karena akan merusak warna daun,warnanya bisa kecoklatan, sebaiknya diberi paranet .

Namun demikian, kolam juga tidak bisa dibuat di ruang tertutup karena azolla membutuhkan nitrogen dan berfotosintesis.tanaman ini dapat dipanen bila sudah memenuhi seluruh kolam dengan membentuk tiga lapis tanaman.

Setiap hari tanaman ini dapat tumbuh 30% dari jumlah bibit yang disebar. Sehingga dalam waktu lima sampai tujuh hari Azolla sudah dapat dipanen.  Untuk memanen tanaman ini baiknya dalam satu kolam diambil secukupnya dan sesuai kebutuhan.Tujuannya, agar petani tidak perlu membeli bibit baru dan tanaman dapat terus berkembang. Untuk pemeliharaan, dapat menambahkan pupuk kandang kering atau pupuk kompos bila pertumbuhan Azolla sudah kurang maksimal dan lambat.

 

 

 

POPULASI TUMBUHAN AZZOLA

 

pada umumnya biomassa Azolla maksimum tercapai setelah 14 –28 hari setelah inokulasi. Dari hasil penelitian Batan diketahui bahwa dengan menginokulasikan 200 g Azolla segar per m2 maka setelah 3 minggu, Azolla tersebut akan menutupi seluruh permukaan lahan tempat Azolla tersebut ditumbuhkan. Dalam keadaan ini dapat dihasilkan 30 – 45 kg.

 Ditemukan juga bahwa Azolla tumbuh kembang lebih baik pada musim penghujan daripada musim kemarau.

 

contoh hasil perkembangan bibit azolla microphylla dengan menggunakan kolam terpal sederhana dengan 2 x 4 m  dengan media air + pupuk kandang (kotoran kambing)  tinggi air kurang lebih 5 – 8 cm

 

 

Hari pertama

 

bibit azolla microphylla di tabur di kolam terpal dengan ketinggian air 5 sampai 8 cm

dengan media air dan pupuk kandang disini menggunakan pupuk kotoran kambing, pupuk kandang di masukkan dalam kolam kemudian bibit di taburkan di atasnya.

 

hari ke ke 7

 

pertumbuhan azolla microphylla sudah mulai kelihatan subur dengan pertumbuhan yang sangat cepat dalam waktu 7 hari kolam hampir tertutup dengan azolla

 

 

hari ke 8

 

pertumbuhan dan perkembangan bibit azolla microphylla sudah tambah cepat dalam 1 hari sudah kelihatan pertumbuhan yang siknifikan

 

 

hari ke 9

perkembangan yang sangat sempurna seluruh permukaan kolam sudah tertutup dengan azolla

microphylla pada hari ke 15 sudah bisa mulai di panen, atau sudah bisa di tambahkan kolam baru agar panen lebih banyak dan bisa di sesuaikan dengan kebutuhan perhari yang harus di panen untuk pakan ikan.

 

Budidaya ini bersifat subyektif, bisa jadibudidaya yang dihasilkan akan berbeda ditiap daerah.

Semoga bermanfaat.

##fery sumanto

pakan alternatif untuk benih ikan nila

 

Ikan nila termasuk kelompok ikan pemakan segala jenis makanan (omnivore), pada masa benih memakan zooplankton dan setelah tumbuh lebih besar ikan nila mulai berkelakuan sebagai ikan pemakan. Jasad-jasad air yang hidup didasar perairan (bentos) seperti larva chironomus, cacing oligochaeta, tubifex, dan berbagai jenis moluska. Larva ikan nila ini mulai kehabisan kuning telor setelah berumur 2-4 hari. Ikan nila juga sangat responsive dengan pakan buatan dengan kadar protein 25-30%

 

kolam benih ikan sidat

Mencari alternatif pakan ikan nila murah, tanpa mengesampingkan kualitas dan kuantitas akan semakin jauh dari para petani, sejalan dengan melambungnya harga dasar semua bahan baku pakan, sementara para pembudidaya ikan nila harus berhadapan dengan biaya operasional pakan yang sangat besar yaitu sekitar 60-70% (Yanuartin, C. 2004), oleh karena itu upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana mencarikan jalan keluarnya.

Pakan memiliki peranan penting sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan

Ada beberapa factor yang harus diperhatikan agar ikan nila bisa dipanen pada umur empat bulan sejak tebar bibit. Factor-faktor ersebut berhubungan dengan pakan ikan nila, pemberian suplemen, pola pemberian pakan, pengontrolan, dan kebersihan air.

 

kolam penampungan benih ikan nila

kolam benih ikan

 

 JENIS PAKAN ALTERNATIF/TAMBahaN UNTUK IKAN NILA

 

Dalam usaha pembesaran, biasanya pembudidaya memberikan dua jenis pakan, yaitu makanan pokok berupa pelet ikan tipe FF999, 781-SP, 781-2, dan 781 serta pakan alternatif atau tambahan.

Pemberian pakan alternatif atau tambahan dilakukan pada benih ikan nila yang berumur setelah 1 bulan dari larva. Pasalnya, kalau ikannya masih kecil belum mampu memakannya. Cara pemberiannya,  cukup disebarkan di atas permukaan kolam untuk dibiarkan dimakan oleh benih ikan nila.

Pemberian pakan tambahan selain bertujuan untuk menghemat biaya pakan, juga untuk menggenjot pertumbuhan IKAN NILA. Pakan tambahan tersebut bisa berupa

  • Azzola

 

Azolla juga lebih efisien untuk alternatif pakan nila

 

dengan menggunakan tumbuhan Azolla sebagai pakan benih ikan nila, biaya pakan bisa ditekan hingga 20 %. FCR (feed convertion ratio/rasio konversi pakan) dengan lama pemeliharaan sekitar 120 hari dari ukuran benih 1 kg berisi 50 ekor nila bisa mencapai 0,9.

 

Jika tidak menggunakan tumbuhan Azolla dan murni hanya memakai pelet, FCR bisa mencapai 1,2. Ia menghitung jika menggunakan pakan pelet saja yang mengandung protein sekitar 30 % maka dibutuhkan biaya pakan saja sekitar Rp 11 ribu per kg ikan nila.

 

Namun jika memanfaatkan tumbuhan Azolla biaya pakan bisa ditekan menjadi Rp 9 ribu per kg ikan nila. Dengan harga jual ikan nila ukuran konsumsi Rp 17 ribu per kg saat ini maka keuntungan bisa lebih besar lagi.

 

Jika untuk hitungan ikan nila yang lebih besar ukurannya,penggunaan tumbuhan Azolla bisa menekan biaya pakan sekitar 25 – 30 %. Dengan rincian untuk 1 kg ikan nila dibutuhkan pakan pelet 1 kg dan pakan tumbuhan Azolla 1 kg. Dari 1 kg benih nila berisi 70 ekor dan dipelihara selama 4-5 bulan bisa dipanen menjadi 4 ekor per kg dengan menekan biaya pakan sampai 30 %.

 

Dengan harga jual ikan nila ukuran konsumsi yang ukur besar sekitar 20.000 per kg sementara HPP (harga pokok produksi) berada dikisaran Rp 11 ribu per kg sehingga di harapkan bisa meraup untung sekitar Rp 9 ribu per kg. dengan menggunakan pakan pelet dengan protein terendah 13 % dengan harga Rp 5.500 per kg sehingga bisa meningkatkan pendapatan.

 

  • ampas kelapa (serutan buah kelapa yang biasa sisa buat masak)

 

Untuk meningkatkan produksi hasil perikanan, perlu penyediaan pakan berkualitas, terutama pakan yang mengandung nutrisi dasar protein. Ampas kelapa adalah salah satu jenis limbah rumah tangga yang masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi terutama protein dan berpotensi untuk diolah menjadi bahan pembuatan pakan ikan,pemberian ampas kelapa utuk ikan nila dapat di campurkan waktu pembuatan pelet atau bisa di tebar secara langsung atau juaga bisa di fermentasikan terlebih dahulu.

 

  • daun daun/sayuran yang buat masak tentunya yang bertekstur lembut seperti kangkung,bayam,sawi atau juga kol tentunya dengan di cincang sesuai besar ikan nila.

limbah sayuran yang tidak diolah terlebih dahulu sebelum penepungan mempunyai protein paling tinggi dan penggunaan tepung limbah sayuran tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak ikan nila. Dengan demikian limbah sayuran dapat digunakan dalam pakan ikan nila sampai 20%

 

  • lorotan atau roti  yang sudah kadaluwarso

 

memanfaatkan makanan sisa dan roti kadaluarsa. Makanan sisa merupakan sisa limbah rumah makan,rumah tangga yang tidak habis dimakan manusia.

Pemanfaatan limbah tersebut sangat menguntungkan bagi pembudidaya. Sekarung sisa makanan cukup untuk memberi makan satu kolam berisi benih ikan nila ukuran 40 ekor per kg selama dua tiga hari, tergantung kondisi fisik pakan. pemberian pakan berupa lorotan dan roti kadaluarsa untuk ikan semacam nila mulai marak pada beberapa tahun terakhir. Lorotan adalah sisa makanan restoran atau warung makan. Harga nasi lorotan saat ini Rp500 per kg. Para pembudidaya tersebut memperoleh lorotan sekaligus roti bekas dari pengepul. Campuran lorotan dan roti kadaluarsa dijual Rp50.000 per karung isi 50 kg.

Hanya saja syarat mutlak penggunaan campuran lorotan ini adalah kolam dengan air mengalir. Jika air tidak mengalir ikan nila bisa mati semua. Ini disebabkan karena adanya lapisan minyak yang timbul dari lorotan. Bila air kolam mengalir, lapisan minyak ini akan hilang dari permukaan air. Apabila air menggenang, minyak bisa saja menyangkut di insang sehingga ikan nila mati.

Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pukul 09.00—10.00 dan 14.00—15.00. Pemberian pakan saat cuaca relatif panas ini bertujuan agar si ikan nila aktif bergerak karena suhu airnya telah hangat. Keaktifan gerak ini menyebabkan nafsu makan akan meningkat. Karena itu kolam sebaiknya tidak terhalang dari sinar matahari

PEMBERIAN SUPLEMEN

Sama seperti pada usaha pembenihan, usaha pembesaran ikan nila juga memerlukan suplemen untuk meningkatkan selera makan ikan nila. Suplemen yang digunakan berupa gula, susu, atau madu yang dicampurkan dengan pelet. Takarannya, sama dengan suplemen yang diberikan pada pakan benih, yaitu 1 sdm gula, 1 sdm madu, atau susu kental manis untuk 1 kg pelet.

Untuk satu kali masa produksi ikan nila konsumsi dari 10.000 ekor benih yang setara 1 ton ikan nila, susu yang terpakai hanya dua kaleng. Sementara itu, madu sebanyak 1 botol dan gula pasir hanya butuh 1,5kg. pemberian suplemen harus diselang-seling, kadang diberi kadang tidak.tergantung pada Anda. Jika Anda ingin cepat, siplemen harus diberikan setiap hari.

 POLA PEMBERIAN PAKAN

Pada dasarnya pola pemberian pakan untuk usaha pembesaran ikan nila sama dengan pola pemberian pakan pada usaha pem benih an. Namun, jenis pakan dan porsinya yang berubah karena disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ikan nila. Makin besar ikan nila, makin banyak pakan yang dibutuhkan. Umumnya ikan nila cukup diberi makan 3-4 kali sehari, yakni pada pagi (0.00-09.00), sore (16.00-17.00), dan malam hari (20.00-22.00).

 JUMLAH PAKAN YANG DIBERIKAN

Tidak ada petunjuk yang jelas mengenai berapa banyak makanan yang harus diberikan untuk seekor ikan nila dalam satu hari. Namun, pakan yang diberikan tidak boleh kurang dari  5% berat tubuh ikan. Bila kita bicara pembesaran ikan nila, semakin sering diberi makan, secara logikaikan  nila akan semakin cepat besar. Artinya pemberian pakan harus sesering mungkin, tetapi jangan berlebihan. Pemberian pakan yang terlalu sering berisiko terhadap kecepatan keruhnya air. Akibatnya, kolam harus sering dikuras dengan mengganti sebagian air. Namun, jika sumber air berasal dari saluran irigasi yang dialirkan melalui pipa ke dalam kolam terpal, airnya tidak perlu diganti hingga panen.

 PENGONTROLAN

Pengontrolan dalam usaha pembesaran ikan nila sama fungsinya dengan pengontrolan yang dilakukan dalam usaha pem benih an, yaitu untuk memastikan apakah usaha pembesaran ikan nila yang kita lakukan berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Ada kendala dan masalah atau tidak. Jika ada masalah, baik itu menyangkut ikan, pakan, air, dan kolam, tindakan apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pengontrolan bersifat wajib (tentunya setelah berdo’amemohon agar di mudahka dan dilancarkan oleh Allah subhanahuwata’ala) jika kita menginginkan usaha yang sukses. Jangan berharap untung besar, jika ikan nila kekurangan pakan, airnya kotor, atau kolam bocor. Ketekunan Anda sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya ini.

 PENGURASAN KOLAM

Pengurasan tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup setiap 3-5 hari sekali hingga waktu panen, karena secara fisik ikan nila  sudah kuat dan mempunyai daya tahan yang tinggi. Tahapan kerja dalam pengurasan kolam pembesaran sama halnya dengan tahapan pengurasan kolam pada usaha pem benih an.

PENYORTIRAN memilih benih nila

Yang selalu menjadi kendala ikan nila yang belum siap panen, di kolam pembesaran sudah beranak.biasaya larva ikan nila mengumpul sendiri/larva ikan nila terpisah dengan indukan,dengan demikian hal ini memudahkan petani benih nila untuk menjaring larva ikan nila agar bisa ter sortir dan mudah memberikan pakan untuk  di jual dengan ukuran larva atau benih.

Demikian berbagai macam pakan alternatif untuk pakan ikan nila,semoga bermanfaat

 

produksi ikan nila sulut capai 33000 ton

Produksi Ikan Nila
 

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memproduksi ikan nila berkisar 33.000 ton pada tahun 2012, atau mengalami kenaikan sekitar 32 persen dari produksi 2011 yang mencapai 25.000 ton.

“Peningkatan produksi ikan nila tersebut menyusul keberhasilan budi daya petani di 12 dari 15 kabupaten yang ada di Sulut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Sulut, Ronald Sorongan, di Manado, Minggu.

Ronald mengatakan bahwa produksi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa yang meningkat hingga 25.400 ton, tahun sebelumnya sebanyak 19.140 ton.

“Kabupaten Minahasa selama ini menjadi penyuplai terbesar produksi ikan nila, terutama karena adanya budi daya petani di Danau Tondano serta kawasan lainnya di antaranya kawasan sungai dan tambak,” kata Ronald.

Keberhasilan budi daya di daerah penghasil ikan tersebut, kata dia, mampu tercapai dengan baik juga karena topangan program benih gratis di beberapa daerah.

Produksi ikan nila Kabupaten Minahasa yang sebanyak 25.400 ton tersebut, lanjut dia, mampu menguasai 77 persen dari total produksi Sulut setiap tahun.

Selain Kabupaten Minahasa, kata Ronald, daerah lainnya di Sulut yang menjadi daerah penghasil ikan nila relatif cukup besar, yakni Kabupaten Minahasa Utara berkisar 1.780 ton dan Minahasa Selatan 1.430 ton.

Berikutnya, Minahasa Tenggara 900 ton, Tomohon 890 ton, Bolaang Mongondow 840 ton, Bolaang Mongondow Selatan 730 ton, Bolaang Mongondow Timur 520 ton, Bolaang Mongondow Utara 290 ton, Manado 130 ton, Bitung 70 ton, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe 20 ton.

Ikan nila, kata Ronald, merupakan salah satu ikan air tawar yang semakin diminati masyarakat Manado, bahkan mulai menyaingi konsumsi ikan laut.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, ikan nila hanya dikonsumsi saat hari raya keagamaan. Akan tetapi, saat ini ikan nila oleh sebagian warga sudah menjadi konsumsi setiap hari. Selain itu, sudah menjadi menu andalan restoran dan rumah makan yang ada di Manado dan daerah lainnya di Sulut,” kata Ronald. (Sumber : Berita Daerah)

penanggulangan airomonas di manado

Danau Tondano.

 

Adanya penemuan penyakit ermonas atau bintik-bintik merah yang terdapat pada ikan-ikan air tawar di SULUT, membuat masyarakat khwatir. Kepala Balai Pengendalian Hama Penyakit Ikan dan Kesehatan Lingkungan (BPHPI) Provinsi SULUT, Silfana Manumpil kepada SUARA MANADO, akhir pekan lalu di ruang kerjanya mengatakan bahwa dalam melakukan antisipasi dengan penyakit pada ikan di SULUT, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada nelayan-nelayan ikan, agar bisa mengantisipasi penyakit tersebut.

"Kami telah membuat suatu program untuk antisipasi penyakit ikan, dan itu kami sudah lakukan di Kabupaten Minahasa, yakni di Tou Liang Oki Kecamatan Eris, untuk melakukan pembinaan kepada seluruh nelayan-nelayan ikan di tempat tersebut", ujarnya.

Ditambahkan Manumpil, usaha mencegah lebih baik daripada menanggulangi jika sudah didapati yang terkena penyakit ikan itu kepada manusia baru menanggulanginya.

"Kami harapkan dengan adanya program untuk pembinaan kepada seluruh Masyakat Sulutdalam cara melakukan antisipasi penyakit ikan tersebut, kami harap dapat bergunauntuk masyarakat. Namun kami sesali dalam menghadapi permasalahan ini, anggaran yangyang diberikan pada kami cukup kecil. Untuk itu kami minta perhatian kepada Komisi II dan IV dapat memperjuangkan penambahan anggaran bagi Balai ini", pungkasnya.

sumber. suara manado

nelayan sangihe jual ikan di bitung dan manado

Tahuna, KOMENTAR - Ikan di Sangihe, khususnya Tahuna, melimpah pada beberapa hari terakhir. Sayang karena tak ada kapal penampung, nelayan dan pelaku bisnis terpaksa menjual ke sejumlah perusahaan ikan di Bitung dan Manado. “Kami takut ikan jatuh harga dan rusak karena tak ada kapal penampung yang membeli, karena sudah hampir dua pekan ini kami mengirim ikan ke Bitung dan manado,” kata salah satu pedagang pasar Towo kepada wartawan di Tahuna, kemarin.

 

Sementara terkait kondisi murah meriahnya harga ikan di Sangihe, warga setempat pun tak menyianyiakan kesempatan berbakar ria sekaligus melepas dari tekanan tingginya harga ikan yang terjadi sejak akhir tahun 2013 hingga awal Mei ini.

“Kesempatan harga ikan murah meriah, kami sepuaspuasnya ramerame bakar ikan setelah berbulan-bulan menahan diri karena tingginya harga ikan,” ungkap Al-bert, warga Towo Tahuna.(ric