analisa bisnis ikan gurami

keuntungan usaha bididaya ikan gurami sangat menggiurkan,menjanjikan dan berprospek,untuk itu sebelum terjun ke usaha budidaya benih gurami ini,tidak ada salahnya calon budidaya benih gurami menganalisa keuntungan maupun kerugian usaha benih gurami,hal ini untuk meminimalisir jika adanya kerugian dalam usaha budidaya benih gurami.

 

Sebelum menganalisa usaha pembesaran ikan gurame alangkah baiknya kita mengetahui ukuran ikan gurame yang di tebar dan Cara penebaran Gurame agar tidak mudah sttres.

Pemilihan benih gurame untuk pembesaran baiknya ukuran jempol sampai 3 jari di sesuaikan pengalalaman dan cara merawat yang makasimal oleh petani.hal ini di karenakan ikan yang sudah besar akan lebih kuat dari serangan penyakit.

Cara penebaran gurami adalah sebagai berikut ini :

1. Usahakan 1hari sebelum diangkut dari petani, bibit gurami puasa makan pellet selama 1 hari.

2. Setelah ditebar dikolam yang baru, gurami juga puasa 1 hari sehingga total gurami puasa selama 2 hari.

3. baru pada hari selanjutnya gurami siap di beri pellet  dengan campuran 1sendok madu,1sendok gula dan 2sendok susu untuk suplemen,pemberian supleman terserah anda kadang di beri kadang tidak..

Hal diatas dimaksudkan agar gurami tidak mengalami stress dilingkungannya yang baru. Karena kalo baru ditebar ke kolam yang baru trus dikasih pellet, dijamin ikan gurami tidak akan memakannya. Karena gurami masih mengalami stress dilingkungannya yang baru

Analisa Usaha Budidaya Ikan Gurami

Modal :

1.Kolam Tanah : Tanah ukuran 8 X 10 x 1 = 80 M2

2.Bibit gurami : 1600 @Rp 2000/ekor.

3.Pelet : 24 sak dengan harga Rp 210.000/sak. ( per 200 ekor butuh 3sak )

4. obat – obatan Rp 400.000,-

 

Catatan :

* ikan gurami bibit ukuran rokok

* Untuk Pelet setiap 200 ekor minimal 3 sak pelet, untuk kelipatannya tinggal di kalikan

* Tebar Maksimum 20 ekor / M

 

Analisa usaha

Modal Tidak Tetap

Bibit gurami    Rp 2000,-       1600 ekor     Rp. 3.200.000,-

Pakan  Rp 210.000,- 24 sak           Rp. 5.040.000,-

Obat/prebiotik          Rp 400.000,-            1 Panenan       Rp.     400.000,-

Total pengeluaran                 Rp. 8.640.000,-

 

Pemasukan/panen :

Asumsi dalam 10 bulan bobot ikan mencapai 1Kg dengan harga Rp 20.000,-/Kg. dengan  angka kematian mencapai 10 %

Maka sisa gurami yang di panen adalah1600 -( 10% x 1600 ) – 1440

Panen : 1440 ekor X Rp 20.000,- = Rp 28.800.000,-

 

Keuntungan : Panen – Pengeluaran

: Rp 28.800.000 – 8.640.000 = Rp 20.160.000,-

Angka diatas merupakan angka perkiraan yang hasil tepatnya tergantung bagaimana pemeliharaan, berapa harga pakan di tiap daerah serta harga ikan di daerah tersebut.

 

Data di atas menjelaskan bahwa dalam satu kolam maka anda membutuhkan dana modal tidak tetap sebesar Rp. 8.640.000, ( belum termasuk pembuatan kolam sekitar Rp. 2.000.000 ) dengan keuntungan yang di peroleh Rp 20.160.000,-. untuk satu kolam. Angka yang fantastis.

 

Apakah kini anda tertarik untuk usaha benih ikan gurami?

 

Anda bisa mencobanya dengan mejalankan usaha rumahan ini di pekarangan anda, atau jika anda memiliki modal minim anda bisa memulainya dengan membudidayakan gurameh ukuran biji oyong di terpal dengan estimasi modal sekitar Rp. 600.000, – dan keuntungan 200rb – 300rb.

Semoga bermanfaat

Leave a reply

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>