budidaya ikan bawal

kolam benih ikan bawal

 

 

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) atau yang dikenal dengan merek dagang Silver Pompano, mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Ikan ini termasuk spesies asli Indonesia yang mempunyai daya adaptasi tinggi dan mudah dibudidayakan. Ikan bawal bintang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan pangsa pasar yang cukup menjanjikan, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa negara konsumen utama bawal bintang selama ini antara lain Jepang, Taiwan, Hongkong, China dan Kanada. Seiring dengan keberhasilan Balai Budidaya Laut Batam dalam membenihkan maupun membudidayakan ikan bawal bintang, diharapkan dapat dikembangkan di wilayah perairan Indonesia.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembenihan bawal bintang adalah penanganan induk, pemeliharaan larva, pendederan dan penanganan pasca panen. Pengelolaan induk dimulai dengan seleksi induk/calon induk dengan kriteria bentuk badan harus proporsional dan simetris, tidak ada cacat/luka pada tubuh ikan dan merupakan grading pertama pada kegiatan budidaya dan ukuran ikan sudah mencapai 1 kg/lebih. Untuk manajemen pakan induk harus diperhatikan kualitas dan kuantitas pakan. Kualitas pakan dipenuhi dengan pemberian ikan rucah segar, pelet, pencampuran vitamin dan multivitamin. Sedangkan untuk kuantitas pakan yang baik diberikan 3-5% dari berat total induk yang akan dipijahkan. Untuk manajemen air media pemeliharaan, pergantian air optimal adalah 400% dalam 24 jam dengan kualitas air tetap terjaga pada pH (7,4-7,8), DO (4-6 ppm), suhu (29-310C) dan salinitas(30-33ppt). Bak pemijahan induk berkapasitas 10 ton dan diisi induk yang sudah siap pijah sebanyak 10 ekor dengan perbandingan 1:1. Induk jantan lebih kecil dari induk betina. Keunggulan pemijahan bawal bintang adalah dapat dipijahkan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan.

  • a. Tempat Pemeliharaan; Tempat pemeliharaan pada tahap pendederan dengan menggunakan waring ukuran 3m x 1,2m x 1,5m dan jaring 3m x 1,2m x 1,5m mesh size ¾ inchi. Sedangkan untuk penggelondongan menggunakan jaring 3m x 3m x 3m atau jaring 6m x 3m x 3m mesh size 1¼ inchi dan tahap pembesaran menggunakan jaring 6m x 3m x 3m mesh size 1¼ – 2 inchi yang berada di Keramba Jaring Apung (KJA) 3X3 meter tiap lubangnya.
  • b. Padat Penebaran; Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Aklimatisasi perlu dilakukan karena adanya perbedaan, suhu dan salinitas antara daerah asal benih atau media transportasi dengan kondisi air tempat pemeliharaan. Apabila sistem transportasi dengan menggunakan kantong plastik, maka aklimatisasi dilakukan dengan membuka kantong plastik dan memasukkan air laut kedalam kantong sedikit demi sedikit. Setelah suhu dan salinitas hampir sama maka benih dapat ditebarkan. Untuk pengangkutan jarak pendek, aklimatisasi dilakukan dengan cara menambahkan air laut sedikit demi sedikit kedalam wadah pengangkutan. Padat tebar berkaitan erat dengan pertumbuhan dan angka kelulushidupan. Apabila kepadatan terlalu tinggi pertumbuhannya lambat akibat adanya persaingan ruang, oksigen dan pakan.
  •  
  • c. Pakan dan Pemberian Pakan; Pakan yang diberikan harus memiliki nilai gizi yang cukup. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan buatan ataupun pakan ikan rucah. Pada tahap awal pemeliharaan, frekuensi pemberian pakan dilakukan 4-6 kali sehari. Selanjutnya pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
  • Pertumbuhan harian ikan bawal bintang dengan menggunakan pakan buatan adalah sebesar 2,89 gram/hari, sedangkan dengan pemberian pakan ikan rucah pertumbuhan hariannya sebesar 1,6 gram/hari. FCR yang diperoleh selama masa pemeliharaan 6 bulan dengan menggunakan pakan buatan sebesar 1 : 2, sedangkan dengan menggunakan pakan ikan rucah sebesar 1 : 7.
  • d. Pemilahan Ukuran; Untuk menghindari variasi ukuran yang menyebabkan ikan yang kecil akan kalah bersaing makanan dengan ikan yang besar sehingga pertumbuhanya terganggu, maka dilakukan pemilahan atau penyeragaman ukuran. Dengan demikian pada satu waring atau jaring hanya dipelihara ikan yang satu ukuran. Penyeragaman ukuran pada awal pemeliharaan dilakukan minimal dua minggu sekali dan selanjutnya dapat dilakukan setiap satu bulan
  • sekali, atau kalau terterlihat adanya variasi ukuran dalam satu wadah pemeliharaan.
  • e. Pengamatan Pertumbuhan; Untuk mengetahui pertumbuhan, menentukan dosis pakan dan angka kelulushidupan ikan dilakukan sampling. Sampling ikan dilakukan sebulan sekali dengan mengambil ikan secara acak. Pada saat sampling dilakukan penghitungan, pengukuran panjang dan penimbangan berat ikan sehingga dapat diamati angka kelulushidupan, pertambahan panjang dan beratnya.
  •  
  • f. Penggantian Jaring; Penggantian dan pembersihan jaring selama masa pemeliharaan mutlak harus dilakukan. Jaring yang kotor akibat penempelan lumpur atau biota penempel seperti berbagi jenis kerang, teritip dan tumbuh-tumbuhan, dapat menghambat sirkulasi air, pertukaran air dan oksigen. Kalau dibiarkan hal ini dapat menghambat pertumbuhan bawal bintang dan menimbulkan penyakit. Jaring yang kotor sebaiknya dijemur kemudian disemprot atau dibersihkan agar dapat dipergunakan lagi. Sebelum digunakan kembali waring atau jaring perlu diperiksa sehingga apabila ada kerusakan atau putusnya tali jaring dapat diperbaiki. Pergantian jaring dilakukan sebulan sekali, bersamaan dengan pergantian jaring dilakukan perendaman ikan dengan air tawar, sampling dan grading.

sumber:Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>