budidaya karamba ikan nila dan ikan mas di manado bergelar Haji

kolam benih ikan bawal

Sulawesi utara umumnya dikenal sebagai penghasil ikan budidaya air tawar. Jenis budidaya yang dikembangkan pun sangat beragam. Jadi tidaklah mengherankan jikalau sulawesi utara merupakan potret perikanan budidaya air tawar di Indonesia bagian timur. Mulai dari budidaya kolam, karamba, jaring apung bahkan budidaya minapadi pun berkembang dengan baik di provinsi ini.

 

Jika menilik keadaan wilayahnya, memang provinsi ini sangat berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Provinsi ini memiliki perairan umum yang dapat dikembangkan untuk perikanan budidaya. Di kabupaten minahasa ada danau tondano dengan luas 4.278 ha yang sudah berkembang di sana karamba jaring apung dengan komoditas budidaya utamanya ikan mas dan ikan nila. Kemudian danau moat seluas 617 ha terdapat di kabupaten bolaang mongondow. Selain, dikenal dengan budidaya jaring apungnya, tondano juga memberikan penghidupan kepada pembudidaya dengan aliran sungainya. Di sepanjang Daerah Aliran Sungai Tondano terdapat banyak pembudidaya yang membudidayakan ikan mas dan ikan nila di dalam wadah karamba. Masih ada lagi sungai-sungai yang berpotensi untuk dikembangkan budidaya karamba maupun jaring apung seperti sungai Talawaan, sungai ranopayo, sungai poigar, sungai sungkup dan masih banyak lagi sungai-sungai yang berpotensi untuk dikembangkan kegiatan perikanan budidaya.

 

Budidaya kolam juga berkembang dengan sangat baik di provinsi ini. Hal ini ditunjang dengan sumber mata air yang begitu banyak dan memenuhi syarat untuk sumber air perikanan budidaya. Bahkan beberapa sumber mata air dijadikan tempat pengolahan air minum isi ulang. Dengan sumber mata air ini, para pembudidaya tidak kesulitan dalam membudidayakan ikan. Bahkan beberapa pembudidaya baru mulai bermunculan tertarik untuk mencoba berbudidaya ikan.

Provinsi Sulawesi Utara memang dikenal memiliki banyak potensi untuk pengembangan perikanan budidaya utamanya untuk perikanan budidaya air tawar. Tidak hanya didaerah kabupaten-kabupaten yang sebagian besar mengembangkan budidaya ikan air tawar terutama ikan nila dan ikan mas namun di daerah perkotaan pun dapat dijumpai sentra perikanan budidaya air tawar. Contohnya adalah kota manado.

Sebagian orang menganggap bahwa pengembangan budidaya ikan air tawar di kota hampir tidak mungkin. Apalagi jika yang dikembangkana adalah budidaya ikan dengan system karamba. Memang jika melihat keadaan sungai yang ada di kota besar di pulau jawa tidak dapat dikembangkan budidaya ikan dikarenakan tercemarnya air di sungai tersebut. Di kota Manado perikanan budidaya dengan system karamba terletak di sepanjang daerah aliran sungai tondano. Menurut pembudidaya di sana, ada sekitar 16 kelompok yang menaungi sebanyak 342 Rumah Tangga Perikanan Budidaya di sepanjang daerah aliran sungai tondano tersebut. Sebagian besar para pembudidaya di sana membudidayakan komoditas ikan nila dan ikan mas. Budidaya ikan dengan sistem karamba di daerah tersebut berkembang dengan baik dikarenakan airnya yang belum tercemar dan cocok untuk berbudidaya ikan.

Kisah sukses para pembudidaya ikan di sana tidak perlu di tanya lagi. Sebagian besar pembudidaya di sana sudah banyak yang bergelar ”Haji”. Hasil usaha budidaya yang mereka tekuni berhasil menerbangkan mereka ke tanah suci mekkah. Keberhasilan ini didapat dari setiap pembudidaya dengan memiliki rata-rata 2-3 karamba dengan kedalaman 1,2 – 1,5 meter. Setiap karamba diisi dengan benih ikan mas atau ikan nila sebanyak 2000 – 4000 ekor. Rata-rata pembudidaya menebar benih ikan sebanyak 3000 ekor benih. Masa pemeliharaan ikan sampai waktunya panen sekitar 3 – 4 bulan dengan ukuran 2 ekor per kilogram untuk ikan mas dan 3 – 5 ekor per kilogram untuk ikan nila. Benih pada umumnya didapat dari balai besar air tawar Tatelu yang letaknya tidak jauh dari lokasi pembudidaya.

Yang unik dari para pembudidaya di sini, mereka telah melakukan teknik pemberian pakan secara otomatis yaitu dengan cara menaruh pakan ikan di atas karamba kemudian bagian bawah yang berlubang ditutupi dengan corong yang dibuat terbalik dan menyisakan sedikit ruang agar pakan dapat jatuh ketika kayu yang tersambung dari corong tersebut sampai ke dalam karamba tempat ikan berada. Pakan akan jatuh ketika kayu tersebut disenggol oleh ikan yang ada dibawahnya. Menurut pembudidaya di sana, teknik ini diterapkan selain karena kesibukan yang terkadang menyita waktu pembudidaya sehingga jika pemberian pakan dilakukan dengan cara manual tidak akan dapat dilakukan.

Selain itu, teknik ini juga telah terbukti dapat meningkat produktivitas ikan budidaya. Jika dilakukan dengan cara manual kemungkinan tidak semua ikan mendapatkan pakan yang optimal, karena teknik manual pemberian pakan dilakukan dengan volume banyak dan sekaligus. Hal ini selain berakibat tidak semua ikan mendapatkan pakan yang optimal juga dapat mencemari lingkungan jika terdapat banyak sisa-sisa pakan akibat tidak termakan oleh ikan. Kalau dengan teknik pemberian pakan otomatis ini, pemberian pakan dapat dioptimalkan karena pakan yang jatuh tidak langsung sekaligus dalam jumlah banyak. Ini tentu dapat mengurangi sisa-sisa pakan karena semua pakan dapat dimakan oleh ikan. Namun, terkadang ada pula pembudidaya yang menggabungkan kedua teknik ini, yaitu pertama dengan cara pemberian pakan secara manual sampai ikan kelihatan sudah kenyang kemudian untuk sisa ikan yang belum kenyang dapat diberikan pakan secara otomatis tadi

 

Keberhasilan para pembudidaya yang ada di daerah aliran sungai tondano ini, juga turut andilnya semua komponen yang terlibat dalam memajukan budidaya ikan tersebut antara, pembudidaya, dinas dan pasar yang masih terbuka. Keuntungan yang didapat para pembudidaya di sepanjang daerah aliran sungai tondano ini berlipat ganda karena mereka dapat langsung memasarkan ke pasar yang ada sehingga tidaklah menjadi hal aneh ketika mereka mereguk sukses dari berbudidaya ikan di karamba ini.

sumber:Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>