Budidaya Rumput Laut Kegiatan Ekonomi Utama Pembudidaya Nunukan

Sementara di pantai timur kepulauan sebatik tidak terdapat budidaya rumput laut ataupun kegiatan budidaya laut lainnya karena pantai timur pulau sebatik berbatasan langsung dengan laut lepas sehingga arusnya sangat deras yang menyebabkan tidak cocoknya perairan ini untuk kegiatan budidaya.

 

Sebagian besar pembudidaya rumput laut di kab nunukan ini menjadikan budidaya rumput sebagai penghasilan tambahan utama terutama ketika hasil dari melaut tidak banyak. Namun adapula yang menjadikan budidya rumput laut sebagai penghasilan utamanya. Rumput laut sendiri dapat berkembang pesat di kabupaten nunukan karena perairannya yang sangat cocok untuk kegiatann budidaya rumput laut dan potensi pengembangan budidaya rumput lautnya tersebar di seluruh penjuru pantai lab nunukan terutama di pulau nunukan. Budidaya

 

Rumput laut pertama kali diperkenakn oleh pembudidua rumput laut asal maksar yang mencoba membudidyakan rumput laut di kabb ini. Ternyata hasil sangat bagus. Maka sejak saat itu berkembanglah budidaya rumput laut di kab ini. Pembudidaya rumput laut munukan mengusahan budidua rumput laut demgan metode long line. Hasil yang didapat dengan metode long line sangat baik.

 

Luas usaha yang digunakan oleh pembudidaya di kab ini rata-rata sebesar 400 meter persegi. Panjang longline yang diusahakan 100 meter dengan jarak antar titik sebesar 10 – 15 cm. Sedangkan jarak antar tali ris sepanjang 1 meter.Tiap titik diisi dengan dengan bibit seberat 20 gram yang dipelihara selama 35 – 45 hari dan menghasilkan bobot tiap bibitnya sebanyak 150 – 200 gram.

 

Hampir di sepanjang wilayah lan nunukan dapat dijumpai setiap harinua kegiatan yang berhubungan dengan rumput laut. Mulai dari penjemruman panen penanaman ata pun hilir mudik perahu mengangkut hasil. Rumput dapat dikatakan telah menggerakan kegiatan ekonomi di ninukna. Mulai dari bapak ibu anak remaja putra dan putri ikut andil dlam kwgiatan budidaya rumput laut. Maka tidak mengherankan jika di Nunukan, rumput laut seperti menjadi sebuah kegiatan ekonomi utama di sana.

 

Hasil budidaya rumput laut sebagian besar diangkut ke Maksasar dan Surabaya. Penjualan dilakukan ditempat pembudidaya setelah rumput laut dijemur selama bebrapa hari smpai pada tingkat kekeringan trtentu.

 

Penjemuran rumput laut disini dengan menggunakan parapara sebagai alas penjemurannya namun adapula yang melakukan penjemuran dengan menggunakan metode digantung. Rumput laut yang dibudidayakan disini ada tiga jenis berdasarkan warnannya yakni coklat hijau dan merah.

 

Sebaran Budidaya rumput laut berdasarkan wilayah terbagi menjadi empat wilayah, yaitu :

1. Nunukan dengan hasil 19.793 ton dengan luas 426 ha

2. Nunukan Selatan dengan hasil 75.214 ton dengan luas 610 ha

3. Sebatik dengan hasil 9.807 ton dengan luas 78 ha

4. Sebatik Barat dengan hasil 11.400 ton dengan luas 183 ha

 

Geliat budidaya rumput laut di Kabupaten ini setidaknya juga tergambar jumlah RTp yang terdapat di kabupaten ini, yaitu :

1. Nunukan dengan jumlah RTP sebanyak 512

2. Nunukan Selatan dengan jumlah RTP sebanyak 873

3. Sebatik dengan jumlah RTP sebanyak 130

4. Sebatik Barat dengan jumlah RTP sebanyak 336

 

Sehingga total jumlah RTP di kabupaten Nunukan ini pada tahun 2012 sebanyak 1.851 buah RTP. Dari sebanyak jumlah RTP tersebut sudah banyak RTP yang membentuk kelompok. Dari total RTP tersebut sebanyak 1.079 RTP telah melakukan budidaya rumput laut dengan berkelompok yang tergabung dalam 63 kelompok pembudidaya. Sedangkan sisanya masih melakukan usaha dengan mandiri tanpa berkelompok.

[Sumber : ]DJPB – Kementerian Kelautan dan Perikanan

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>