cara budidaya ikan koi

pemilihan Induk

Dalam memilih induk yang akan dipijahkan dapat dilihat dari beberapa hal :

  • Anggota badannya lengkap, tidak cacat, sobek, atau luka yang mudah dihinggapi parasit
  • Tubuh simetris dan jika dilihat dari atas tampak garis punggung yang lurus dan saat meliuk, bagian atas dan bawah tubuh melengkung dengan wajar dan serempak
  • Kepala tidak terlalu besar atau seimbang dengan bagian tubuh lainnya
  • Warna jelas, cemerlang dan memikat, tidak ada gradasi (misalnya kemerahan atau kecoklatan), serta setiap warna terpisah secara nyata dan tidak bercampur.
  • Tidak berbintik-bintik. Karenanya, memilih koi sebaiknya dilakukan di bawah sinar matahari
  • Tingkat kesuburannya tinggi. Biasanya terdapat pada koi jantan yang berumur 6 bulan dan betina telah berumur 1,5 tahun
  • Induk yang telah siap kawin ditandai dengan keluarnya cairan putih kental pada koi jantan ketika bagian kelaminnya dipijit dan di daerah kelamin koi betina tampak kemerahan.

 

Proses Pemijahan

  • Tempat pemijahan adalah kolam terbuat dari semen atau fiber glass yang sebelumnya telah dibersihkan dan disucihamakan dengan larutan PK atau garam ikan.
  • Kolam diisi air dengan ketinggian 30 – 60 cm sesuai dengan besar kecilnya induk koi.
  • Masukkan kakaban atau sarang sebagai tempat menempelnya telur. Kakaban biasanya terbuat dari ijuk yang dijepit bambu.
  • Induk jantan dan betina yang telah siap kawin dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. Perbandingan koi jantan dan betina 1 : 1 atau 1 : 2 (perbandingan berat badan).
  • Pemijahan biasanya terjadi pada sore hari pk. 16.00 – 18.00 WIB, kolam pemijahan ditutup dengan jala agar ikan tidak melompat dan dibiarkan sampai besok pagi.
  • Sekitar jam 05.00 pagi apabila pada kakaban sudah terlihat telur menempel, induk segera diangkat dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk. Sementara itu telur yang ada di kakaban dibiarkan menetas di kolam pemijahan tersebut.
  • Telur akan menetas dalam 2 – 3 hari. Setelah telur menetas, sebaiknya kakaban diangkat dan anak koi yang baru menetas dibiarkan di kolam.
  • Anak koi yang baru menetas belum diberi pakan karena masih memiliki persediaan kuning telur yang terdapat pada tubuhnya sampai dengan umur 3 hari.
  • Setelah 3 hari, anak koi diberi pakan emulsi kuning telur selama 5 – 7 hari samapai anak koi didederkan di kolam yang lebih luas.

 

[Sumber : ]DJPB – Kementerian Kelautan dan Perikanan

Tags:  

Leave a reply

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>