teknik mudah buat kolam terpal dinding tanah

sekarang kolam terpal sudah menjadi alternatif untuk budidaya ikan,kolam terpal bisa digunakan dilahan sempit atau luas,banyak pembudidaya ikan maupun yang ingin memanfaatkan pekarangan samping rumah atau lahan kosong menggunakan kolam terpal hal ini karena kolam terpal selain harga murah juga sangan fleksibel bisa menyesuaikan lahan yang terbatas

Kolam terpal dengan dinding tanah adalah kolam terpal di bawah permukaan tanah. Biasanya kolam terpal ini dibangun pada tanah yang porous. Kelebihan kolam terpal di bawah permukaan tanah adalah suhu air lebih stabil diban¬ding kolam terpal yang dibangun di atas permukaan tanah. Membangun kolam terpal dengan dinding tanah pun cukup mudah.

 

bagi yang usaha budidaya benih ikan di kolam terpal hanya untuk mengisi waktu luang atau untuk usaha sampingan lebih baik  Benih yang digunakan untuk kegiatan pembesaran, harus dipilih benih yang telah mencapai ukuran panjang 5-7,karena ukuran benih yang agak besar akan mudah dalam perawatannya.Padat penebaran di kolam terpal antara 50-70 ekor/m2.

Urutan-urutan pembuatan kolam terpal dengan dinding tanah sebagai berikut.

  • Jika ingin membuat kolam terpal 6 x 4 m, maka dilakukan penggalian tanah seda¬lam 50-60 cm. Rapikan galian dan bentuk pematang.
  • Jika kolam sudah terbentuk, maka plastik terpal ukuran 8 x 6 m siap dipasang. Pasang terpal hingga merapat ke tepi. Bagian atas terpal dapat dijepit atau ditimbun dengan tanah agar tidak terkulai.
  •  Selanjutnya pasang pipa paralon atau pipa PVC dan siap diisi air.
  • Untuk mencegah kolam dari banjir ketika terjadi hujan deras, dibuat tanggul penahan yang tinggi.

Sebelum digunakan, kolam terpal harus disiapkan, terutama membentuk kestabilan air di kolam. Setelah kolam selesai dibuat, bilas terlebih dahulu untuk menghilangkan segala kotoran yang melekat pada terpal. Masukkan air ke dalam kolam hingga sesuai kebutuhan.

Kemudian kolam ditutup dan dibiarkan selama 2-3 hari. Untuk menjaga sterilitas, kolam terpal dapat diberi per¬lakuan tradisional berupa memberi tumpukan daun pepaya atau daun ketepeng (Cassia alata) yang dibiarkan selama 5-7 hari. Daun pepaya berfungsi sebagai antiseptik. Selanjutnya benih bawal siap ditebar.

Selama kegiatan pemeliharaan ikan,kolam harus dijaga ke-bersihannya sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam terpal secara rutin dibersihkan dengan melakukan penyiponan tiap 15-20 hari sekali. Dengan melakukan penyiponan secara rutin, dasar kolam tidak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi ikan.

demikian cara mudah untuk buat kolam terpal.

semoga bermanfaat

cara membuat kolam terpal

banyak teknik atau cara untuk PEMBUATAN KOLAM TERPAL yang dibuat atas permukaan tanah

teknik pembuatan kolam terpal untuk budidaya ikan sebenarnya cukup mudah bisa disesuaikan ukuran kolam dan tempat,berikut salah satu cara untuk buat kolam terpal yang mudah,jika masih bingung nyuruh tukang bangunan aja biar rapi.

 

Kolam Terpal dengan Kerangka Bambu

Kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu adalah kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Umum¬nya kolam yang dibuat disesuaikan dengan ukuran terpal, misalnya ukuran kolam 2 x 3 x 1 m, 4 x 5 x 1 m, 6 x 4 x 1 m, atau 4 x 8 x 1 m.

Langkah-langkah pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu sebagai berikut.

  • Jika tanah tidak rata karena miring, maka tanah diratakan dengan menggunakan pelepah pisang atau sekam padi. Kedua bahan ini selain berfungsi meratakan ta-nah, juga dapat menstabilisasi suhu. Karena berfungsi sebagai stabilisator suhu, maka pelepah pisang atau sekam padi tetap digunakan, sekalipun tanahnya rata. Ketebalan pelepah pi-sang atau sekam padi sekitar 10 cm.
  • Siapkan tonggak atau tiang bambu atau kayu. Kemudian tancapkan tiang utama di setiap sudut kolam. Jika kolam terpal yang dibangun lebih dari satu petak, atur tata letaknya agar terlihat rapi.
  • Untuk pembuatan kerangka, bambu atau kayu yang telah di¬pilih dipotong-potong sesuai ukuran kolam terpal yang akan dibuat. Untuk menyatukan kerangka ke tiang digunakan paku ukuran 7 cm atau 9 cm. Bisa juga mengikat dengan menggunakan tali atau kawat.
  • Untuk membuat dinding bisa menggunakan bambu, kayu, atau papan. Bahan dibersih¬kan dan dipotong sesuai ukuran, kemudian dipakukan pada kerangka. Jika menggunakan bambu, maka pada saat me¬maku harus dilakukan secara hati-hati agar tidak pecah.
  • Jika kerangka sudah terbentuk, misalnya kotak berukuran 6 x 4 x 1 m, maka perlu diatur kemiringan ke salah satu sisi un¬tuk memudahkan pengeringan kolam dan pemanenan ikan.
  • ·Setelah kerangka kolam terpal selesai dibuat, selanjutnya memasang plastik terpal. Siapkan terpal sesuai ukuran ko-lam. Untuk kolam ukuran 6 x 4x 1 m digunakan terpal 8 x 6 m, sedangkan untuk kolam ukuran 4x 5x 1 m digunakan terpal ukuran 6 x 7 m. Terpal dipasang dengan baik hingga merapat ke tepi. Bagian sudut dapat dilipat. Agar plastik ter¬lihat rapi dan tidak mengerut, di bagian dinding kolam paling atas dijepit dengan bilah bambu.
  • Di salah satu sudut yang telah diatur kemiringannya dipasang paralon sebagai saluran pembuangan air. Terpal disobek sedikit dengan cara menggun¬tingnya berbentuk bintang agar bisa dipasang bengkokan pipa (knee).
  • Selanjutnya, kolam terpal dusi dengan air hingga mencapai kedalaman sesuai dengan kebutuhan pemelihara¬an ikan. Kolam terpal diperiksa untuk memastikan bahwa kolam telah kokoh dan tidak ada kebocoran pada terpal. Bila ada kebocoran, segera lakukan penambalan.

Sebelum digunakan, kolam terpal harus disiapkan, terutama membentuk kestabilan air di kolam. Setelah kolam selesai dibuat, bilas terlebih dahulu untuk menghilangkan segala kotoran yang melekat pada terpal. Masukkan air ke dalam kolam hingga sesuai kebutuhan.

untuk pemula atau usaha sampingan sebaiknya benih ikan yang ditebar ukuran 5 7 atau lebih besar dari itu,hal itu dimaksudkan jika ukuran agak besar ikan lebih tahan terhadap suhu yang baru ataupun serangan berbagai macam penyakit

semoga bermanfaat

manfaat ikan gabus bagi kesehatan

 

Ikan ini merupakan ikan yang lumayan susah di cari di pasar. ikan air tawar jenis ini merupakan ikan predator di daerah teritorialnya dan ikan ini mempunyai tekstur daging yang lembut dan keset banyak manfaat dan khasiat dari ikan gabus.

Ikan gabus banyak ditemukan di danau, rawa rawa, sungai maupun sawah. Pada saat musim hujan, dan banjir kadang ikan gabus ini seringkali terdampar di parit2 kecil di sekitar rumah. dan tak jarang juga ikan gabus ini memasuki sawah dan menjadi hama bagi petani karena ikan gabus ini memangsa ikan ikan kecil yang sengaja di pelihara oleh petani disawahnya.

Kandungan Gizi Ikan Gabus

Ikan gabus sangat kaya albumin, jenis protein yang mempercepat penyembuhan pascaoperasi dan melahirkan. Zat ini juga membantu pertumbuhan anak dan menambah berat badan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Keluar dari rumah sakit pascaoperasi, seperti sehabis persalinan, merupakan fase yang cukup kritis karena pasien harus berjuang untuk kesembuhannya. Kita sering mendengar larangan mengonsumsi makanan tertentu. Informasi itu kadang masuk akal, tetapi sering membuat bingung karena bertolak belakang satu sama lain.

Secara umum sebenarnya tidak ada pantangan makan bagi pasien pascaoperasi, kecuali bila menderita alergi atau mendapat pesan khusus dari dokter. Sehabis menjalani operasi usus misalnya, tentu kita tidak boleh mengonsumsi makanan yang sulit dicerna.

Sebaliknya, pascaoperasi persalinan, makan banyak merupakan solusi untuk mempercepat proses penyembuhan, terutama makanan kaya protein, vitamin, dan mineral. Zat gizi sangat diperlukan untuk membantu tubuh melakukan proses penyembuhan pascaoperasi, yaitu memperbaiki sel dan jaringan.                                          

Zat gizi berkualitas juga diperlukan untuk memperkuat imunitas (sistem kekebalan) tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Selain memiliki banyak protein, daging ikan gabus memiliki banyak kandungan gizi lainnya Di antaranya, zinc (seng), asam amino, lemak dan trace element lain yang diperlukan tubuh.

Manfaat Ikan Gabus untuk Kesehatan

Manfaat Ikan Gabus

Berikut adalah beberapa manfaat dari ikan gabus :

  •  Membantu proses penyembuhan penyakit seperti: Hepatitis, TBC/Infeksi Paru, Nephrotic.
  • Syndrome,Tonsilitis, Thypus, Diabetes, Patah Tulang, Gastritis, ITP, HIV, Sepsis, Stroke, Thalasemia Minor.
  • Meningkatkan kadar Albumin dan Daya Tahan Tubuh.
  • Membantu Menghilangkan (pembengkakan).
  • Memperbaiki Gizi Buruk pada Bayi, Anak dan Ibu Hamil.
  • Membantu penyembuhan Autis.
  • Mempercepat proses penyembuhan Pasca Operasi.
  • Mempercepat penyembuhan Luka luar dalam.
  • Sebagai larutan pengganti pada keadaan defisiensi albumin consolidating

Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus liar yang ditangkap dari sungai, danau dan rawa-rawa di Sumatra dan Kalimantan kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau.

 

Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya. Selain itu ikan gabus segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, merupakan sumber protein yang cukup penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berawa atau sungai.

Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing.

Untuk masyarakat desa yang khususnya petani, ikan gabus sangat membantu memusnahkan hama, misalnya: sawah yang banyak di huni oleh hama keong, sering kali berujung dengan gagal panen, akibat dari ulah keong yang sering memakan padi, terutama di usia muda.

Namun beberapa petani menemukan cara yang cukup mudah dan sangat membantu, yaitu, dengan mengembang biakan ikan gabus di sawah-sawah yang sedang di garapnya, dengan demikian keong-keong yang banyak merugikan petani sedikit demi sedikit akan berkurang,

Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan peliharaan).

Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil. Ikan gabus juga menjadi spesies penganggu no.1 di Sulawesi dan Irian Jaya karena mereka telah memusnahkan speesies ikan asli.

sumber.seputarikan.com

budidaya karamba ikan nila di air payau

 

Ikan nila merah mampu hidup pada perairan tawar,payau dan laut. selama ini produksi ikan nila merah sebagian besar masih diproduksi dari hasil budidaya air tawar. Karena mampu beradaptasi pada kondisi perairan dengan rentang salinitas yang lebar maka ikan nila merah berpotensi untuk dibudidayakan di laut dengan sistem KJA.

Ikan nila merah mempunyai keunggulan antara lain:

(1) ikan nila merah respons terhadap pakan buatan (2) pertumbuhan cepat (3) dapat hidup dalam kondisi kepadatan tinggi (4) nilai perbandingan antara konsumsi pakan dan daging yang dihasilkan lebih rendah (5) tahan terhadap penyakit dan lingkungan perairan yang tidak memadai (6) rasanya enak dan banyak digemari masyarakat.

PERSYARATAN LOKASI

Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi budi daya diantaranyafisika, kimia dan biologi perairan. Ketersediaan bahan untuk rakit dan keramba, kemudahan mendapatkan benih dan pakan, daya serap pasar serta keamanan juga mesti diprhatikan. Teluk yang terlindung dari ombak dan badai memiliki pola penggantian massa air yang lancar dan bebas pencemaran baik dari limbah industri maupun limbah rumah tangga.

Beberapa kriteria peubah lingkungan untuk budi daya ikan nila merah dalam KJA yaitu salinitas 0-33 ppt, (asal perubahan salinitas harian tidak lebih 10ppt) temperatur 25-32°c, pH 6,5-8,5, oksigen terlarut 4-8 ppm, kecepatan arus 10-20 cm/dt, tinggi gelombang <1m, kecerahan >3m, dan kedalaman air 10-20 m.

DISAIN DAN KONSTRUKSI WADAH

1.Rakit

Sebagai tempat keramba dapat dibuat dari kayu, pipa besi anti karat atau bambu.

2.Pelampung

-Berupa drum plastik volume 200 liter.

-Satu unit KJA berukuran 5×5 m memerlukan 8-9 pelampung.

3.Pengikat

-Pengikat rakit bambu8 sebaiknya digunakan kawat yang berdiameter 4-5 mm.

-Rakit yang terbuat dari kayu atau pipa besi sebaiknya disambung dengan sistem baut.

-Untuk mengikat pelampung ke rakit, digunakan tali plastik yang berdiameter 5-6 mm.

4.Jangkar

berfungsi untuk menjaga rakit tidak terbawa arus.

5.Keramba

Keramba dibuat dari trawl yang bahannya dari polythene. ukuran mata jaring tergantung dari ukuran ikan yang akan di budidayaka.

 

6.Pemberat

-Berfungsi sebagai penahan arus agar jaring tetap simetris.

-Pada setiap sudut harus diberi pemberat dari batu timah atau semen cor (2-5 kg).

PENGELOLAAN BUDI DAYA

1. Pengadaan dan Pengangkutan Benih

a) Pengadaan Benih

Benih nila merah didatangkan dari balai benih dengan memesan benih nila merah yang unggul dengan ukuran yang seragam. Apabila ingin melakukan budidaya secara monoseks dipesan benih yang berjenis kelamin jantan. Ikan nila merah jantan lebih cepat tumbuh dan mempunyai ukuran lebih besar dari betina dengan waktu pemeliharaan yang sama.

b) Pengangkutan Benih

Apabila pengangkutan membutuhkan waktukurang dari 4 jam sebaiknya dilakukan dengan sistem terbuka. sedangkan apabila lebih dari 4 jam, pengangkutan dapat dilakukan dengan sistem tertutup menggunakan kantong plastik yang ditambahkan oksigen.

2. Penebaran Benih

Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum penebaran harus diperhatikan kondisi kualitas air. Bila kualitas air air pengangkutan beda dengan kualitas air lokasi budidaya, maka perlu dilakukan adaptasi secara perlahan-lahan terutama terhadap salinitas dan suhu. padat tebar yang optimal untuk diaplikasikan adalah 500 ekor/m³ dengan berat awal benih 15-20 g/ekor dan waktu pemeliharaan 3 bulan untuk sistim budidaya tunggal kelamin (jantan saja).

3.Pemberian Pakan

Ikan nila merah disamping bersifat herbivora juga bersifat omnivora sehingga dapat diberikan pakan buatan (pellet). pakan buatan yang diberikan adalah pellet dengan kandungan protein 26-28 sebanyak 3% per berat badan perhari dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan malam.

4. Perawatan Wadah

•Ganti keramba setiap bulan

•Bersihkan keramba dengan menjemur terlebih dahulu untuk memudahkan pelepasan fouling

•Pembersihan dapat dilakukan dengan penyikatan atau penyemprotan dengan pompa bertekanan tinggi

•Polikultur dengan ikan beronang dapat mengendalikan lumut dan alga yg menempel pada jaring

•Pemberian beberapa ekor bintang laut dalam keramba dapat mengendalikan perkembangan populasi kekerangan

PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA

Untuk mengetahui jenis penyakit dan cara pencegahannya diperlukan diagnosa gejala penyakit. Gejala penyakit untuk ikan nila merah yang dibudidayakan dapat diamati dengan tanda-tanda sebagai berikut:

a). Penyakit pada kulit dengan gejala pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh berlendir.

Gejala penyakit ini dikendalikan dengan: (1) merendam dalam larutan PK (Kalium Permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 g/10 liter air, pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian. (2) Merendam dalam Negovon (Kalium Permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5%.

b.) Penyakit pada insang dengan gejala tutup insang bengkak, lembar insang pucat/keputihan, pengendalian sama dengan di atas.

c.) Penyakit pada organ dalam dengan gejala perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit, pengendalian sama dengan di atas.

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit pada budidaya ikan nila merah di KJA adalah: (1) hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas, (2) pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya. (3) hindari penggunaan pakan yang sudah berjamur.

PANEN

Padat penebaran 500 ekor/m³ dan lama pemeliharaan 3 bulan, dapat dipanen ikan nila merah dengan produksi 85 kg/m³ dan sintasan 84%.

Pemanenan ikan di KJA mudah dilakukan namun harus hati-hati untuk mencegah terjadinya luka akibat gesekan atau tusukan sirip ikan lainnya, yaitu dengan mengangkat dasar keramba perlahan-lahan. Salah satu sisi keramba harus tetap berada dalam air untuk memungkinkan ikan berkumpul.

Seleksi ukuran dapat dilakukan terhadap ikan yang sudah terkumpul di sisi keramba dan ditangkap dengan menggunakan seser secara perlahan-lahan. Sistem pemanenan dapat dilakukan secara total atau selektif tergantung dari krbutuhan.

 

 

 

sumber; kkp.go.id

pemanfaatan sungai untuk budidaya nila dengan karamba di sambas

 

“Pemanfaatan Aliran Sungai untuk Usaha Budidaya Ikan Nila Gesit dalam Keramba Jaring Tancap di Desa Semperiuk Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas”

. Latar Belakang Masalah

 

Kabupaten Sambas adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Di sektor perikanan, kabupaten ini menghasilkan berbagai komoditi perikanan yang dapat dibudidayakan di tambak, sungai maupun di kolam. Dari ketiga jenis perairan tersebut dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu peningkatan ekspor non migas yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).

 

Usaha kearah pembudidayaan ikan di perairan umum sangat diperlukan sebagai penyeimbang dan membantu pemenuhan produksi ikan yang selama ini diperoleh dari hasil penangkapan yang cenderung semakin menurun. Hal ini tidak diimbangi dengan usaha budidaya dan penebaran ikan (restocking) yang akan mengakibatkan terganggunya kelestarian sumber daya perairan. Seiring dengan berkembangnya zaman dan meningkatnya pertambahan penduduk yang diiringi dengan semakin meningkatnya  kebutuhan protein hewani oleh manusia setiap tahunnya, maka perlu adanya peningkatan produksi ikan sebagai salah satu sumber pangan dan sumber protein. Peningkatan produksi perikanan dapat dilakukan dengan kegiatan pembudidayaan ikan.

 

Perairan umum yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya perikanan dan belum diusahakan secara maksimal oleh masyarakat salah satunya adalah sungai. Air sungai dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan curah hujan, sehingga perairan cenderung tawar dan payau. Selain budidaya keramba apung atau dalam Keramba jaring Apung, budidaya perikanan di sungai juga dapat dilakukan dengan keramba jaring tancap (KJT).

 

Kabupaten Sambas memiliki 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan total hamparan 516.200 ha, meliputi: DAS Paloh (64.375 ha), DAS Sambas (258.700 ha) dan DAS Sebangkau (193.125 ha). Berdasarkan Data Statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas (2007), Disektor perikanan potensi keramba yang dapat di bangun pada daerah aliran ini sekitar 3.872 unit atau dapat memproduksi 406,56 ton/tahun sedangkan jumlah keramba yang ada ± 70 unit dengan jumlah produksi 15,80 ton/tahun atau 3,9% dari potensi produksi lestari. Potensi DAS yang baru dimanfaatkan untuk budidaya ikan dikeramba hanya 1,9%, sehingga diperlukan suatu usaha agar potensi lestari tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

Komoditas yang dapat dibudidayakan dalam keramba jaring tancap salah satunya Ikan nila(oreochromis niloticus). Ikan ini merupakan spesies penting dalam perikanan budi daya dan saat ini yang telah berkembang pesat. Selain sudah memasyarakat, budidaya ikan nila relatif mudah. Salah satu jenis yang sukses dikembangkan dalam berbagai prototipe adalah ikan nila Genetically Supermale Indonesian Tilapia (Gesit) karena lebih cocok di kembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Ikan nila Gesit merupakan nila yang berasal dari perkawinan nila jantan super YY dengan betina normal, ikan ini secara resmi diluncurkan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) pada 15 Desember 2006 di Wanayasa, Kab Purwakarta. Ikan nila gesit yang dikembangkan, yakni jenis jantan karena lebih menguntungkan secara ekonomis. Pertumbuhan ikan nila jantan 1,5 kali lebih cepat daripada yang betina. Ikan nila merupakan salah satu komoditas andalan untuk memproduksi ikan air tawar dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan, berupa fillet segar, fillet beku ataupun surimi yang memiliki potensi yang cukup besar di pasar internasional terutama Amerika Serikat dan Jepang.

 

 Perumusan Masalah

 

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi yang mengalir menuju Samudera, sungai terbentuk secara alami oleh poses alam. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air dan di beberapa negara tertantu air sungai juga berasal dari lelehan es. Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian atau perkebunan, bahan baku air minum, sarana transportasi, daerah penangkapan ikan, sebagai saluran pembuangan air dan sangat potensial untuk objek wisata sungai. Selain itu sungai juga dapat dijadikan sebagai lokasi untuk usaha budidaya perikanan.

 

Pemahaman akan manfaat sungai untuk usaha budidaya ikan dalam keramba jaring tancap oleh masyarakat sangat minim, sehingga diperlukan suatu upaya untuk menggerakkan mereka dengan memberikan contoh bagaimana cara membudidayakan ikan dalam keramba jaring tancap.

 

Tujuan

 

Kegiatan PKMK ini bertujuan untuk memanfaatkan aliran sungai yang ada di Desa Semperiuk sebagai usaha budidaya ikan nila gesit dalam keramba jaring tancap dan sebagai perintis usaha budidaya ikan dalam keramba jaring tancap, sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk berwirausaha.

 

Luaran Yang Diharapkan

 

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah memproduksi ikan nila hidup dan segar yang siap dipasarkan kepada konsumen.

 

Kegunaan

 

Kegunaan yang akan diperoleh dari kegiatan ini antara lain dapat menciptakan usaha lapangan pekerjaan baru, menumbuh kembangkankan jiwa kewirausahaan  bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja, sebagai pekerjaan tambahan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan dapat mengurangi jumlah pengganguran.

 

 Gambaran Umum Rencana Usaha

 

Keadaan Umum Desa

 

Desa Semperiuk merupakan salah satu dari ratusan Desa yang ada di Kabupaten Sambas, terletak di Kecamatan Jawai Selatan. Desa ini hanya dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menyeberangi sungai. Jarak dari Kota Sambas sekitar 2 jam dan 6 jam dari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat jika menggunakan kendaraan bermotor dan memerlukan waktu setengah jam untuk menyebrangi sungai. Di sebelah Selatan Desa Semperiuk berbatasan langsung dengan Sungai Sambas, sebelah Utara berbatasan Desa Suah Api, sebelah Timur berbatasan Desa Sabaran dan di bagian Barat berbatasan dengan Desa Sarilaba. Beberapa anak sungai yang ada di Semperiuk bermuara di DAS Sambas.

 

Sungai dimanfaatkan warga setempat untuk lahan penangkapan ikan, keperluan pengairan sawah dan perkebunan serta  sarana transportasi air. Sedangkan untuk usaha budidaya sungai ini belum sama sekali dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap musim kemarau anak sungai yang ada tidak pernah mengalami kekeringan, karena sumber air dipengaruhi oleh pasang surut air laut yang dibawa oleh induk sungai. Sebaliknya dimusim hujan, sungai ini tidak pernah meluap karena pergerakan air yang cukup lancar. Salinitas di Sungai ini tergantung pada musim, disaat curah hujan tinggi air cenderung tawar sedangkan di musim kemarau air akan payau.

 

Potensi Yang di Miliki

 

Tersedianya air sepanjang tahun dan belum dimanfaatkannya sungai secara maksimal oleh  masyarakat setempat, sehingga diperlukan suatu usaha agar sungai  dapat memberikan kontribusi lebih. Pemeliharaan ikan atau dikenal dengan budidaya merupakan suatu usaha yang menjanjikan untuk mengoptimalkan fungsi dari sungai yang ada. Budidaya ikan di sungai dapat dilakukan dengan keramba jaring tancap. Budidaya dengan keramba jaring tancap desainnya sangat sederhana, pengoperasiannya  mudah dan dana yang diperlukan untuk membuat keramba juga tidak terlalu besar. Sehingga setiap warga yang bermukim ditepian sungai dapat melakukan usaha ini tanpa mengganggu pekerjaan utamanya.

 

Ikan air tawar yang paling cocok dibudidayakan di sungai Semperiuk yang sumber airnya sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut adalah jenis nila. Ikan nila merupakan ikan yang mampu bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan terutama perubahan salinitas. Selain tahan terhadap kadar garam yang tinggi, pertumbuhan ikan nila juga tergolong cepat karena respon terhadap pakan buatan dalam waktu 3-4 bulan sudah mencapai ukuran konsumsi.

 

Peluang Pasar dan Analisa Biaya

 

Ikan nila mempunyai nilai gizi yang tinggi terutama kandungan protein, rasanya yang gurih dan nikmat sehingga banyak digemari setiap lapisan masyarakat. Ikan nila yang akan diproduksi dapat dipasarkan langsung pada konsumen, rumah-rumah makan, para pengumpul ikan. Tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk ikan segar, ikan nila juga dapat dibuat berbagai macam  bentuk olahan, berupa fillet segar, fillet beku ataupun surimi yang memiliki potensi yang cukup besar di pasar internasional.

 

Suatu usaha akan kehilangan daya tariknya bila usaha itu tidak menjanjikan keuntungan. Untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang akan didapat dari usaha yang dilakukan maka di perlukan analisa usaha. Analisa biaya dalam kegiatan usaha budidaya ikan nila  pada keramba jaring tancap dengan ukuran 2×3 m, 1 unit keramba akan ditebar 1.000 benih ikan nila dan akan dibangun 2 unit keramba. Maka berikut analisanya.

 

Ukuran panen ikan nila rata-rata 300 gram selama masa pemeliharaan 3 bulan, dengan tingkat kelangsungan hidup 80%. Maka jumlah produksi 2 x 1.250 ekor x 300 gram x 80% = 600.000 gram. Harga ikan nila di pasaran perkilogramnya Rp.20.000,-, maka pendapatan kotor diperoleh 600 kg x Rp.20.000,- = Rp.12.000.000,-

 

a. Biaya Investasi

 

- 2 Unit Keramba jaring tancap @ Rp. 750.000,-                = Rp.1.500.000,-

 

- Peralatan                                                                                            = Rp.   600.000,-   +

 

Jumlah Biaya Investasi                                                                   = Rp.2.100.000,-

 

b. Biaya operasional

 

- Penyusutan Keramba 15% x Rp. 1.500.000,-                    = Rp.    225.000,-

 

- Penyusutan Peralatan 10% x Rp.    600.000,-                   = Rp.      60.000,-

 

- Obat-obatan dan bahan kimia                                                   = Rp.    500.000,-

 

- Benih ikan nila 2000 ekor x Rp.600,-                                   = Rp. 1.200.000,-

 

- Pakan 300 kg x Rp.8.000,-                                                        = Rp. 2.400.000,-  +

 

Jumlah Biaya Operasional                                                             = Rp. 4.385.000,-

 

c. Keuntungan operasional

 

Pendapatan – Biaya Operasional =  Keuntungan operasional

 

Rp. 12.000.000,- – Rp. 4.385.000,-  =   Rp. 7.615.000,-

 

d. Break Ovent Point (BEP)

 

BEP Produksi       = Biaya operasional : Harga jual/kg

 

Rp. 4.385.000,- :   Rp. 20.000,- / kg

 

= 219,25 kg

 

Artinya, titik balik modal akan tercapai apabila jumlah produksi ikan nila sebesar 219,25 kg.

 

BEP Harga            = Biaya Operasional : Total Produksi

 

Rp. 4.385.000,- :  600 kg  = Rp. 7.308,3,-/kg

 

Artinya, titik balik modal akan tercapai apabila harga produksi ikan nila sebesar Rp. 7.308,3,-/kg.

 

e. Benefit Cost Ratio (B/C)

 

B/C ratio = Pendapatan : Biaya Operasional

 

Rp.12.000.000,- : Rp. 4.385.000,-

 

= 2,74 %

 

Nilai B/C ratio sebesar 2,74 menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan nila sangat layak dilakukan. Dari setiap Rp. 1,- akan diperoleh keuntungan Rp. 2,74,-.

 

 Pengembalian Modal

 

Pengembalian Modal    = Biaya Operasional : Keuntungan Operasional

 

=      Rp. 4.385.000,- :       Rp. 7.615.000,-        = 0,57

 

Artinya, modal yang dikeluarkan pada usaha budidaya ikan nila ini dapat    dikembalikan dalam waktu 0,57 kali periode.

 

Metode Pelaksanaan

 

1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

 

Usaha ini akan dilakukan di Desa Semperiuk Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai bulan Februari 2010.

 

2. Bahan dan Alat

 

Bahan yang digunakan dalam usaha ini antara lain, benih ikan nila gift ukuran 5 cm, pakan ikan, obat-obatan. Sedangkan alat yang diperlukan adalah waring (jaring), kayu cerocok, batu pemberat, ember, serokan, timbangan, kantong plastik, tali dan paku

 

3. Pemilihan Lokasi

 

Pemilihan lokasi untuk usaha budidaya ikan perlu dipertimbangkan agar usaha yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan dapat berkesinambungan. Tidak semua sungai dapat dijadikan tempat usaha budidaya dalam keramba jaring tancap. Aspek teknis seperti kondisi perairan (sungai) dan kualitas air sangat berperan penting bagi pertumbuhan ikan yang akan dipelihara. Selain aspek teknis, aspek sosial ekonomi juga  harus diperhatikan meliputi prasarana jalan, keamanan, mudah mendapatkan tenaga kerja, dekat dengan daerah pengembangan budidaya ikan dan pemasaran.

 

4. Pembuatan Keramba Jaring Tancap

 

Setelah bahan dan alat guna membuat keramba jaring tancap telah tersedia maka langkah yang dilakukan adalah :

 

a.Buat kerangka menurut ukuran yang dikehendaki, dalam hal ini panjang 3 meter, sedang lebar 2 meter. Kemudian kayu gelam (cerocok) ditancapkan kedalam lumpur untuk membuat kerangka keramba. Empat tiang memanjang yang masing-masing merupakan tulang tempat mengikat tiang-tiang melintang.

 

b.Kayu cerocok diikat dengan tali tambang/rotan atau dipaku antara tiang yang telah ditancapkan dengan tiang-tiang melintang kerangka yang bentuknya menyerupai balok.

 

c Setelah kerangka tiang terbentuk persegi panjang dengan ukuran 2×3 m, maka waring dipasang pada kerangka yang diikat dengan tali tambang. Jaring yang digunakan ada 2 macam, yaitu jaring dalam sebagai wadah budidaya dan jaring luar dengan ukuran mata jaringnya agak besar yang berfungsi untuk pelindung jaringwadah  budidaya atau pencegah serangan hama.

 

d Kemudian masukan waring kedalam air hingga hampir menyetuh lumpur, titik atas waring jangan sampai tenggelam pada saat pasang air tertinggi atau banjir. Dan ketika surut terendah tinggi air dalam waring tidak kurang dari 50 cm.

 

5. Teknik Budidaya

 

Budidaya ikan di keramba jaring tancap yang harus pertama kali diperhatikan adalah debit air dan arus air pada sungai tersebut, pemilihan tempat untuk keramba jaring tancap harus memilih tempat yang susah untuk mengalami kekeringan air. Peletakan jaring tancap didaerah yang berarus kecil dan dalam dengan kedalaman ideal untuk keramba jaring tancap adalah 60-70 cm. Apabila keramba jaring tancap sudah dibuat maka dilakukan teknik budidaya yang meliputi :

 

a.Penebaran benih ikan nila gift kedalam wadah budidaya. Penebaran benih ikan sebaiknya pada pagi atau sore hari saat kondisi perairan tidak terlalu panas agar ikan tidak stres. Sebelum ikan ditebarkan perlu dilakukan aklimatisasi atau penyesuaian kondisi lingkungan sekitar. Caranya ialah  ikan dalam kantong plastik (wadah pengangkutan) dibiarkan terapung dalam perairan sekitar 2-4 menit, kemudian secara bertahap air perairan sedikit demi sedikit dimasukkan kedalam wadah pengangkutan. Bila kondisi air dalam wadah pengangkutan dengan air perairan sudah sesuai (sama), maka ikan-ikan yang ada dalam wadah pengangkutan biasanya akan keluar dengan sendirinya.

 

b.Pemberian pakan. Masa pemeliharaan ikan selama 3 bulan, pakan yang diberikan berupa pakan buatan berupa pellet yang banyak tersedia di pasaran. Selain pakan berupa pellet, pakan tambahan lainnya dapat juga diberikan seperti tanaman air dan daun-daunan. Bulan pertama pemeliharaan, setiap hari pakan diberikan sebanyak 4% dari berat total ikan yang dipelihara. Bulan kedua jumlah pellet dikurangi menjadi 3,5% dan bulan ketiga pemeliharaan maka setiap harinya pakan yang diberikan adalah 3% dari berat total ikan. Agar jumlah pakan yang diberikan dapat ditentukan maka setiap 7-10 hari sekali dilakukan sampling untuk menentukan berat ikan. Pakan diberikan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit sesuai dengan nafsu makan ikan.

 

c.Pengendalian hama dan penyakit ikan. Selama pemeliharaan, kesehatan ikan selalu diamati agar dapat melakukan penaggulangan sedini mungkin. Hama ikan dapat berupa hama perusak, pesaing dan pemangsa yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan sehingga menurunkan jumlah produksi. Hama tersebut dapat dibasmi secara kimia (menggunakan obat-obatan), biologi (menekan pertumbuhannya dengan memasukkan hewan predator) maupun menangkap hama secara langsung. Apabila ditemui tanda-tanda serangan penyakit, maka segera dilakukan diagnostik dan pengobatan serta memisahkan atau membuang ikan yang terserang agar tidak menginfeksi  ikan yang sehat. Kebersihan keramba harus selalu tetap terjaga dan selalu melakukan pengontrolan terhadap jaring karena dikhawatirkan ada yang bocor.

 

 

6. Pemanenan dan Pemasaran

 

Pemenenan ikan dilakukan apabila masa pemeliharaan sudah mencapai 3 bulan, dilakukan dengan cara mempersempit ruang gerak ikan di dalam kantong keramba. Hal ini dilakukan dengan cara salah satu sisi kantong jaring dengan sisi lainnya dirapatkan. Dengan cara ini ikan-ikan yang akan ditangkap tergiring dan terkumpul di satu tempat sehingga mudah dipanen. Ikan-ikan yang sudah terkumpul diambil menggunakan serokan dan dimasukkan kedalam wadah. Ikan yang telah dipanen akan dipasarkan dalam bentuk ikan hidup dan segar  ke rumah-rumah makan, pasar ikan tradisional, para pengumpul ikan dan langsung kekonsumen.