kemudahan budidaya ikan gurami

Nilai jual ikan gurami merupakan yang paling unggul dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya . Keunggulan ini dikarenakan rasanya yang enak dan gurih sehingga banyak masyarakat yang menggemari ikan gurami ini. Masyarakat bahkan rela merogoh koceknya dalam-dalam agar bisa menikmati hidangan ikan gurami ini bersama dengan keluarga. Tidak seperti ikan air tawar lainnya, pengembang biakkan ikan gurami tergolong lamban.

Selain itu Salah satu keunggulan gurami adalah bisa dikembangkan di lahan luas maupun sempit, di sawah maupun teras rumah, di desa maupun kota. Di kolam bak, tanah, maupun terpal. Dengan air irigasi maupun air sumur.

Jadi bisa diaplikasikan di desa untuk pembesaran, sedang di kota yang lahannya sempit untuk pem benih an gurami dan pem bibit an ikan gurami . untuk masalah sirkulasi air biasanya digunakan aerator seperti penggunaan di Aquarium

dan untuk air tidak perlu sering diganti karena sudah ada sirkulasi dengan penggunaan aerator

Konsentrasi oksigen terlarut sangat penting bagi parameter kualitas air karena dibutuhkan dalam berbagai aktifitas fisik ikan. Kandungan oksigen optimum yang dapat menunjang pertumbuhan ikan gurami adalah 2 mg/l

Gurami tergolong ikan yang sangat peka terhadap perubahan suhu, gurami tergolong ikan yang peka terhadap suhu rendah sehingga jika suhu perairan lebih rendah daripada kisaran suhu optimal, gurami tidak akan produktif. Ikan mempunyai batas suhu tinggi dan rendah serta suhu optimal untuk pertumbuhan, inkubasi telur, konversi makanan dan resistensi/ketahanan terhadap penyakit tertentu. Batas optimim suhu sangat bergantung pH, kandungan oksigen dan faktor lain seperti ketinggian tempat, kedalaman air dan cuaca. Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 25 C s.d 30 C.

Ikan gurami dapat tumbuh dengan baik pada perairan dengan kisaran pH 5 s.d 10. Namun pH optimum yang dapat menunjang perkembangan dengan baik adalah 6,5 s.d 8,5 Cara menetralkan pH yang terlalu asam dilakukan dengan penambahan kapur (CaCO3) atau soda kue ke dalam air dan jika terlalu basa dilakukan dengan penambahan asama fosfor.

Kita asumsikan Kolam ukuran 2×1 m2 misalnya, bisa diisi benih harga @Rp 300 sebanyak 1.500 ekor. Modalnya cukup Rp 450 ribu ditambah pakan dan probiotik selama sebulan Rp 50 ribu. Total modal hanya Rp 500 ribu. ”Sebulan kemudian bibit sudah bisa dijual seharga @Rp 700,- dengan asumsi hidup 75%, hasil penjualan yang didapat Rp 1.125 ekor x Rp 700,- = Rp 750.000,-. Keuntungannya lumayan besar. Jika kita punya 4 kolam kecil saja, ini bisa menjadi Penghasilan sampingan yang cukup. Karena budidaya gurami ini teknisnya sederhana dan perputaran roda ekonominya bisa dibilang cepat dan tidak membutuhkan banyak waktu, maka pengelolaannya bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga,”

Anda tertarik untuk budidaya benih ikan gurami?

 

PENETASAN teler gurami  dan pemeliharaan larva gurami termasuk mudah untuk dipelajari. pem benih an ikan gurami merupakan pilihan yang tepat. Banyaknya pelatihan-pelatihan, buku-buku dan dan para ahli membuat kita bisa cepat belajar. Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara budidaya penetasan telur gurami  ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama.

Contohnya ketersediaan air alami dan suhu di tiap daerah ber beda beda. Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir.

Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak ikan gurami yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan di masyarakat setempat. Karena bisnis benih gurami ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan  benih gurami yang membludak .

Semoga bermanfaat

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>