KERJA SAMA PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR DAN BPPP AERTEMBAGA TINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH RUMPUT LAUT

KERJA SAMA PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR DAN BPPP AERTEMBAGA TINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH RUMPUT LAUT 

 

Arah Kebijakan Kelautan dan Perikanan Indonesia adalah ”Maju di dunia dengan Industrialisasi, melalui ; 1). Peningkatan produktivitas, nilai tambah dan kesejakteraan rakyat, 2). Peningkatan daya saing dan modernisasi berorientasi pasar. 3). Swasembada dan manajemen kelautan dan perikanan berkelanjutan, integrasi hulu dan hilir berwawasan lingkungan.  Dengan kata lain Industrialisasi Kelautan dan Perikanan adalah proses perubahan sistim produksi untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas dan skala produksi sumberdaya kelautan dan perikanan, melalui modernisasi yang didukung dengan arah kebijakan terintegrasi antara kebijakan ekonomi makro, pengembangan infrastruktur, sistem investasi, IPTEK dan SDM untuk kesejahteraan rakyat.  

Rumput laut merupakan salah satu komoditas pengembangan industrialisasi sektor budidaya di samping udang, patin dan bandeng.  Rumput laut (seaweed) di Indonesia sudah lama dikenal oleh masyarakat khususnya yang tinggal di daerah pesisir. Rumput laut merupakan salah satu komoditas yang termasuk dalam mata dagang internasional dan menjadi produk andalan hasil-hasil perikanan, selain ikan, udang, teripang dan kerang-kerangan.  Dari bahan mentah rumput laut telah dikembangkan ratusan jenis produk yang dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain industri makanan, farmasi, kedokteran, kosmetik, kertas dan lain-lain.  

 
Kabupaten Luwu Timur yang berjarak sekitar 565 km sebelah utara Kota Makassar ( Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan ) terdiri dari 4 (empat) wilayah kecamatan Pesisir, yaitu Kecamatan Malili, Wotu, Burau dan Angkona, dan 17 desa pesisir. Luas wilayah Kabupaten Luwu Timur adalah  6.944,88 km2. Luas Kawasan Minapolitan 1.455,19 km2. (20,95 % dari Luas LuwuTimur), potensi tambak sebesar 10,841 Ha, budidaya laut 2.620 Ha, air tawar 1,500 Ha dan mangrove 8.672,4 Ha. Jumlah Rumah Tangga Perikanan sebesar 6443 RTP.  Wilayah ini memiliki 5 danau, yaitu Danau Matano, Danau Mahalona  Danau Taparang Masapi, Danau Lantoa dan Danau Towuti. Kawasan Minapolitan Malili ini berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Panjang garis pantai 117,4 km dengan luas perairan otonom 48.050 km2 memungkinkan wilayah Luwu Timur berpotensi untuk pengembangan industrialisasi rumput laut. Rumput laut merupakan produk unggulan di Kabupaten Luwu Timur yang diproduksi di keempat kecamatannya, yaitu : 1). Kecamatan Burau, potensi lahan rumput laut Eucheuma cotonii 1500 Ha, 2). Kecamatan Wotu, potensi rumput laut Eucheuma cotonii 800 Ha. 3). Kecamatan Angkona, potensi rumput laut Eucheuma cotonii 200 Ha dan  4). Kecamatan Malili potensi rumput laut Gracillaria sp 4.052 Ha.  

Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam hal ini Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga, merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertugas melaksanakan bimbingan dan pelatihan teknis dan manajerial dibidang usaha perikanan, menyelenggarakan pelatihan Penanaman dan Pemanenan Rumput Laut bagi Pembudidaya di desa Bawalipu Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pembudidaya rumput laut sehingga taraf hidupnya juga akan lebih meningkat.  Penyelenggaraan kegiatan tersebut berdasarkan surat keputusan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga  Nomor : 35 / BPPP-BTG/DL.210/Kpts/III/2012 tanggal 19 Maret 2012. 
    
Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama 6 (enam) hari, mulai tanggal  10 s.d 15 April 2012, diikuti pembudidaya rumput laut sejumlah 30 ( tiga puluh ) orang. Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur (Ir. Zakaria Bakrie, M.Si), bertempat di Kantor Desa Lumbewe Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur, Yang bersamaan dibuka dengan pelatihan Pengolahan dan pemasaran Rumput laut, Jarak Kecamatan Burau ke ibukota Kabupaten ( Malili )  ± 2 jam di tempuh dengan kendaraan roda empat.  

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur (Ir.Zakaria Backri, M.Si) dalam sambutannya  mengatakan, perhatian pemerintah daerah untuk sektor perikanan sangat besar, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pembudidaya rumput laut di kecamatan Wotu lebih bersemangat lagi dalam membudidayakan rumput laut, mengingat potensi lahan untuk penanaman  yang tersedia siap untuk dikelola secara optimal.

Apresiasi yang besar disampaikan kepala desa Bawalipu (Mansjur) atas kesempatan masyarakat/pembudidaya rumput laut mengikuti pelatihan ini, Di harapkan kepada peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha budidaya rumput laut, karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Begitu juga kalimat yang disampaikan Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga Bitung (Pola S.T. Panjaitan, A.Pi, MM) yang bertatap muka langsung dengan peserta pelatihan di lokasi praktek, “untuk mencapai masyarakat yang sejahtera pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, berupaya untuk melakukan peningkatan SDM bagi pembudidaya melalui pelatihan –pelatihan seperti ini, agar pembudidaya terampil dalam mengembangkan usaha budidayanya. Mustahil akan mendapat hasil yang baik tanpa peningkatan kompetensi, ini menandakan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat” ungkap Kepala Balai.  

Kurikulum pelatihan disusun berdasarkan kompetensi kerja calon peserta pelatihan, dengan jumlah jam berlatih 52 jam @ 45 menit. Materi  yang disampaikan terdiri dari teori 28,8 % teori dan 71,2 % praktek. Kegiatan praktek yakni ; pembuatan dan pemasangan 1 unit wadah budidaya rumput laut metode long line ukuran 40 x 50 meter, dilaksanakan di perairan pantai desa Bawalipu. Materi yang diberikan antara lain SNI budidaya rumput laut, Morfologi dan Biologi Rumput Laut, Penentuan Lokasi berupa pengukuran parameter kualitas air (pH air, suhu, Oksigen terlarut, kecerahan, salinitas dan kecepatan arus). Dalam materi pembuatan sarana budidaya rumput laut dengan metode longline, para peserta melakukan penghitungan kebutuhan bahan yang akan digunakan hingga pemasangan di lokasi perairan yang ditentukan.     

Dalam materi pemeliharaan, peserta praktek memilih bibit yang baik. Mengangkut bibit, menanam. Rumput laut, merawat rumput dan konstruksi, menghitung pertumbuhan serta menangani hama dan penyakit rumput laut. Materi lainnya yang diberikan adalah panen dan pasca panen rumput laut serta Analisa Usaha Budidaya Rumput Laut.  Bibit rumput laut yang di tanam di lokasi praktek berasal dari hasil budidaya kelompok budidaya di desa Bawalipu.     Sebelum penutupan pelatihan camat Wotu menyempatkan diri untuk menyampaikan apresiasi kepada Balai Diklat Perikanan Aertembaga yang telah memberikan tularan ilmu budidaya rumput laut kepada masyarakatnya. Hadir juga penyuluh setempat Bapak Narling serta Kepala Desa Bawalipu yang menutup acara kegiatan pelatihan.  Peserta pelatihan sangat berharap kegiatan seperti ini akan berkelanjutan di daerah mereka, untuk peningkatan taraf hidup bagi pembudidaya rumput laut.    

Sumber :

Humas BPPP Aertembaga
kkp.go.id
                                                                    

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>