Kota Balikpapan Siap Mengembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Direktur Prasarana dan Sarana Budidaya Dr. Ir. Iin Djunaedah, M.Sc , mewakili Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, pada awal Januari 2013 lalu menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Kota Balikpapan Komisi II di Lantai IV, Gedung B,  Kantor Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Jl. Harsono RM No. 3, Jakarta Selatan. 

Patly Parakkasi, SH, selaku Ketua rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Balikpapan Komisi II,  mengatakan bahwa kunjungan kerja ini sifatnya sebagai silahturahmi. “Kedatangan kami ke Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya  ini tak lain untuk berkonsultasi sekaligus berkoordinasi tentang pembangunan perikanan di daerah kami”, ungkap Patly.  

 Selaku ketua  rombongan yang juga menjabat sebagai ketua komisi II dari Fraksi Patriot Balikpapan, Patly Parakkasi, mengakui bahwa dalam kunjungan ini tidak ada agenda khusus yang akan dibicarakan, namun demikian beliau berharap sepulang dari pertemuan ini rombongan akan mendapat bekal ataupun pengetahuan tentang bagaimana membudidayakan ikan secara umum.

Partly mengakui bahwa potensi perikanan di daerahnya sangat besar. Ini dapat dilihat dari potensi lahan yang dimilik oleh masyarakat  sekitar Balikpapan. “ Kami ingin  daerah kami bisa membudidayakan dan memproduksi  ikan air tawar. Dengan demikian kebutuhan  konsumsi ikan bukan hanya dari perikanan hasil tangkapan saja”, demikian dikatakan Patly pada pertemuan tersebut.

Sebagai catatan yang pernah diungkap olehKepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Iwan Mulyana, dalam suatu pertemuan di Samarinda beberapa waktu lalu  bahwa  perikanan di Provinsi Kalimantan Timur mempunyai potensi kelautan dan perikanan prospektif dimana hingga saat ini baru  tergarap 30 persen atau 102,3 ribu ton dari total potensi produksi mencapai 341 ribu ton.

Kepala Dinas sempat menyinggung soal daerah-daerah yang berpotensi untuk dikembangkan budidaya ikan, yaitu budidaya air payau atau tambak khusus jenis udang dapat dilakukan di Kabupaten Berau, Bulungan, Bontang, Tarakan, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara. Sedangkan untuk pembenihan udang, daerah yang potensial unutk dikembangkan yaitu Balikpapan, Bontang, Berau, Tarakan, Kutai Barat, dan Paser.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan,  Ir. Titi Hasanah, yang ikut dalam kujungan kerja tersebut mengungkapkan secara umum produksi ikan air tawar di Balikpapan mengalami kenaikan produksi dibanding tahun sebelumnya. Sampai saat ini, jenis ikan air tawar yang sedang dikembangkan di daerah tersebut adalah ikan nila,  ikan mas, dan patin.  Sedangkan untuk ikan lele  sudah dikembangkan baik di kolam tanah maupun dengan terpal. Tak kurang dari 100 orang membudidayakan ikan lele. “Tahun 2012 lalu tercatat di daerah kami sudah bisa memproduksi  lele  sekitar  33 ton” kata Titi.  (rd)

[Sumber : Dirjen PB (rd)] www.djpb.kkp.go.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>