merawat larva ikan mas

 

Fase larva adalah fase kritis dalam siklus hidup ikan, sehingga pemeliharaan larva merupakan fase yang paling sulit. Beberapa faktor yang menyebabkan pemeliharaan larva memiliki tingkat kesulitan tinggi yaitu:

Tubuh larva kecil dan belum sempurna sehingga bukaan mulut juga kecil, sehingga pemilihan pakan juga harus hati-hati.

 Larva membutuhkan pakan alami, sehingga menuntut penyediaan pakan alami.

1.  Menyiapkan Peralatan dan Wadah Pemeliharaan Larva ikan mas

Penyiapan peralatan dan wadah pemeliharaan dilakukan sebelum larva ikan mas dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan. Penyiapan ini bertujuan agar larva ikan mas hidup dengan layak, tidak terganggu oleh lingkungan yang tidak dikehendaki, tidak terganggu oleh bakteri atau kuman sehingga pertumbuhan larva akan cepat. Peralatan dan wadah perlu disanitasi dengan direndam pada air Kalium Permanganat. Sedangkan media perlu diciptakan agar kualitas air memenuhi persyaratan hidup larva ikan mas tersebut, meliputi :

 Suhu 27 – 30 °C

  Derajd Keasaman 6,8 – 7,8

 Kelarutan Oksigen 6 – 8 ppm.

Peralatan yang sering di gunakan

Wadah yang sering digunakan adalah bak semen, fiber glas atau kadang-kadang kolam penetasan merupakan bagian dari kolam pendederan. Sedangkan peralatan yang sering dipergunakan adalah ember, scoop net (serok larva), selang sipon, sikat,dll.

 

2.  Menebar Larva ikan mas Larva yang telah berumur 3-4 hari biasanya dijarangkan. Penebaran larva perlu hati-hati (gambar 13). Setelah 3 hari biasanya yolksac telah habis, sehingga pada saat itu membutuhkan tambahan pakan dari luar, dan larva sudah mulai makan pakan tambahan itu. Setelah larva ikan mas menetas semua kakaban perlu diangkat untuk dibersihkan dan dikeringkan.

 

3.  Memelihara Kualitas Air

Agar diperoleh kualitas air sebagai media hidup larva ikan mas tetap stabil maka air media selalu disipon dan diganti air (gambar 14). Sipon hanya diperkenankan paling banyak 1/3 dari volume air, kemudian diganti dengan air yang baik sebanyak volume yang hilang disipon. Kotoran larva ikan mas, sisa pakan larva ikan mas memang segera harus dibersihkan dengan cara disipon. Kotoran tersebut potensi untuk menurunkan kualitas air media. Kemampuan larva ikan mas untuk adaptasi terhadap lingkungan air yang baru sangat terbatas. Jaga aerasi tetap ada dengan dipasang aerator. Aersi secukupnya, tidak boleh besar-besar. Jaga kualitas air seperti tersebut di atas.

 

4.  Memberi Pakan Larva ikan mas

Larva ikan mas harus diberi pakan). Sebab pada wadah dan media yang terbatas terkondisi, maka pakan alami secara alamiah tidak tersedia. Pemberian pakan dilakukan pada pagi, siang dan sore hari. Jenis pakan yang diberikan berupa emulsi kuning telur, pakan buatan berupa tepung dan pakan alami.

Emulsi kuning telur adalah kuning telur yang telah direbus dilarutkan ke dalam air secukupnya hingga larutlah kuning telur tersebut dan terbentuk emulsi kuning telur. Pakan buatan berupa tepung dapat diperolah pada penjual pakan ikan. Sedangkan pakan alami banyak macamnya, yaitu rotifera, daphnia, moina dan branchionus. Dari ketiga jenis pakan larva tersebut yang paling baik adalah pakan alami dikarenakan pakan alami berupa organisme renik yang hidup sehingga apabila pakan larva  tidak habis maka organisme tersebut tetap masih hidup hingga tidak mencemari air media. Hal ini sangat berbeda dengan pakan tidak hidup yaitu apabila pakan tersisa maka sisa pakan tersebut akan mencemari lingkungan media larva. Pemberian pakan diusahakan seefisien mungkin, pakan dimakan semua hingga tidak sisa.

 

6.   Memanen Larva ikan mas

Setelah larva berumur 10-15 hari Larva dipanen dengan cara mengurangi air media pemeliharaan secara pelan-pelan. Persis di depan lubang pengeluaran dipasang scoop net bersama ember. Setelah air surut hingga secukupnya maka larva ditangkap dengan menggunakan scoop net secara pelan-pelan. Usahakan larva tidak lecet atau luka. Larva tersebut ditampung pada ember untuk dilepaskan pada kolam pendederan yang telah disiapkan sebelumnya.

 

Perawatan larva ikan mas termasuk mudah untuk dipelajari. Jika sudah bisa membedakan mana indukan yang dipijahkan secara alami atau indukan yang hanya bisa dipijahkan secara buatan maka memilih usaha pem benih an merupakan pilihan yang tepat. Banyaknya pelatihan-pelatihan, buku-buku dan dan para ahli membuat kita bisa cepat belajar. Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara budidaya ikan mas  ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama. Contohnya ketersediaan air alami dan suhu dalam penetasan. Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir. Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak benih ikan mas yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan oleh dinas setempat. Karena bisnis benih ikan mas ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan  benih benih ikan mas yang membludak .

Semoga bermanfaat.

Leave a reply

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>