pembenihan lele lahan sempit

 

BUDIDAYA BENIH LELE DENGAN LAHAN SEMPIT

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan yang mudah dalam hal pemeliharaan dan pem bibit an nya. Hal ini merupakan suatu peluang besar bagi wirausahawan, karena keuntungan dalam usaha ini sangatlah besar sehingga mampu memenuhi target pemasukan yang terus bertambah. Di Yogyakarta, serapan pasar lele relatif meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap permintaan stok yang terus bertambah, sehingga membutuhkan suatu pasokan tambahan untuk tetap dapat mengisi kebutuhan tersebut. Dengan harga lele yang juga relatif stabil, bisnis inipun terbilang kondusif dari sisi keuntungan. Budidaya pem benih an lele pada lahan sempit ini memungkinkan para pemilik lahan sempit untuk lebih menjamin mutu hasil produksinya. Dengan rata-rata produksi benih per kolamnya 25.000-70.000 ekor, maka dapat dipastikan bahwa usaha ini dapat berkembang cukup baik

bisnis benih lele bisa dilakukan dilahan yang sempit,memanfaatkan lahan tak terpakai disamping rumah (bahasa jawa longkangan),karena untuk pem benih an kepadatan larva lele lebih tinggi.

Larva lele sebanyak 150.000 ekor mampu hidup dengan baik hanya dengan menggunakan luas kolam 200cm x 100cm x 30cm. Budidaya benih lele dengan penggunaan kolam terpal atau fiber semacam ini sangat cocok buat anda yang memiliki tempat yang bisa dibilang sangat sempit, apalagi yang hidup didaerah padat orang-orang berkeliaran.

 

Metode seperti ini ternyata gak hanya untuk yang berkemampuan terbatas (tempat dan uang). Dalam upaya meningkatkan hasil panen produksi dan untuk meminimalisir risiko gagal atau kematian benih, metode budidaya seperti ini akan digunakan alat pembantu yaitu aerator dan kricikan air.  Aerator adalah mesin pembuat gelembung udara yang fungsinya untuk peningkatan kadar oksigen dalam air.kricikan air berfungsi untuk menambah oksigen dan sedikit  mengalirkan air .

Menggunakan aerator dan kricikan  ini ternyata juga dapat digunakan untuk merangsang peningkatan nafsu makan bibit lele yang masih berumur di bawah 25 – 30 hari. Dengan kata lain bibit lele akan lebih cepat gede dan membesar dibandingkan dengan metode budidaya konvensional yang biasanya. Selain yang disebutkan tadi, ternyata masih ada manfaat lain yaitu waktu dalam pemanenan akan jauh lebih cepat. Dengan menggunakan metode seperti ini, saat bibit atau benih lele berumur 30 – 40 hari, benih lele tadi sudah dapat dipindahkan ke kolam untuk dibesarkan atau pun juga bisa di jual untuk keperluan bisnis bibit lele.

Dengan demikian pekarangan rumah bisa dimanfaatkan jika kita memiliki halaman yang sempit. Ruangan yang tidak terpakai juga bisa digunakan untuk dibuat beberapa kolam seperti kolam penyimpanan induk, kolam pemijahan dan kolam pendederan.

Beberapa peternak hanya memiliki 10 indukan dan luas lahan 30m3 bisa menghidupi keluarganya. Asal penanganan saat pemberian pakan induk yang bergizi dan mengetahui cara pemijahan yang baik produktifitas yang dihasilkan akan maksimal.

Budidaya ikan lele di tempat yang sempit memanfaatkan penggunaan media berupa kolam terpal tau banner dan sejenisnya, selain harganya yang sangat terjangkau, kolam seperti ini juga mudah dalam pembuatannya. Ukuran pembuatan kolam yang digunakan tergolong kecil. Kolam yang digunakan untuk pembesaran dan perkawinan benih lele ukurannya relatif sama, yaitu kurang lebih sebesar 4 x 2 meter, 2 x 4 meter, 3 x 4 meter, dan lain sebagainya sesuai tempat atau lahan yang anda  miliki. Tetapi khusus untuk indukan yang mempunyai ukuran sedikit besar, disarankan kolam perkawinan mempunyai ukuran minimum 3 x 2 meter.

 

 

 

HEMAT AIR

Air menjadi sumber penting untuk beternak ikan apa saja. Air untuk pem benih an tidak dibutuhkan terlalu banyak seperti halnya budidaya lele disegmen pembesaran. Hanya saja kualitas air pada kolam pem benih an harus maksimal. Perlu perhatian ekstra terhadap air yang akan digunakan untuk pemijahan hingga benih mencapai ukuran tertentu atau usia benih lebih dari 30 hari atau melewati usia rentan yaitu 30 hari.

air di masukkan ke  penampungan,cara ini bertujuan untuk mengalirkan,memancarkan air di kolam,hal ini untuk selain salah satu mengalirkan/metode pergantian air juga menambah oksigen.

seperti ini sangat di perlukan  untuk pembenihan lahan sempit tebar padat agar oksigen dalam air cukup.

BUDIDAYA BENIH LELE MODAL MINI, HASIL MAXI

Diiringi tekad yang kuat jangan kuatir jika anda hanya memiliki modal yang pas2an, gemar belajar, gemar anjangsana, benchmarking menjadi modal tertinggi bagi calon pem benih.

Harus diingat,benih lele dialam liar yang tidak ada perlakuan khusus, banyak memiliki musuh (predator) dan kualitas air yang tdk memadai saja bisa memijah apalagi memlalui berbagai teknik bantuan hingga produksi benih lele bisa maksimal. Apalagi saat banyak dilakukan pelatihan yang diselenggarakan berbagai pihak tentang berbagai teknik budidaya lele.

HEMAT FASILITAS PRODUKSI

Fasilitas produksi, menyediakan sarana dan prasarana produksi atau hendak memperluas skala produksi modalnya tidak besar, selain penyediaan induk dan kolam tidak ada lagi modal besar yang dikeluarkan. Bangunan atap pembenih (Hatchery) bisa dibuat dari paranet, terpal maupun plastik.

Fasilitas di segmen pem benih an bisa menggunakan bahan yang murah, bisa dibuat sendiri atau dibuat dari rongsokan barang bekas. Kemauan yang kuatlah kunci sukses bagi yang ingin terjun di segmen pem benih an.

HEMAT PAKAN

Jika kita memiliki 20 indukan ikan lele bahkan kita bisa tidak mengeluarkan biaya pakan apapun. Kebaikan alam telah menyediakan pakan indukan seperti bekicot, limbah ikan yang bisa diminta kepada penjual ikan segar dipasar tradisional. Kita bisa membuat pakan alternatif sehingga memghemat biaya pakan

HEMAT WAKTU

Aktifitas pem benih an amat singkat sehingga hemat waktu dan perpuratan uang jadi cepat dan kita tidak terimbas oleh fluktuasi nilai mata uang yang bergerak dengan cepat. Segmen benih kita bisa menjual hasil produksi terserah kita. Kita sudah bisa menjual benih lele  dihari ke-7, 15, 21, 25 dan setrusnya.

Semakin lama benih umurnya tentu semakin mahal namun dibutuhkan luas lahan lebih banyak lagi. Jika benih lele dijual pada umur yang muda untungnya kita bisa memijahkan kembali dan cepat dendapatkan uang.

PASAR BENIH LELE TERBUKA LEBAR

 Peningkatan permintaan lele ditingkat konsumsi dipicu kesadaran masyarakat, harga yang murah dan tidak terlepas kampanye dari program Gemar makan Ikan (GMI).

Sebagai contoh,. Boyolali yang dikenal dengan kota lele tidak mampu memenuhi breeder di Jogja.

Dimusim ‘langka benih’ bagi para breeder profesional adalah musim meraup untung besar. Disaat para peternak tidak mampu memijahkan indukan, bagi yang sudah ahli ‘bargaining position’ mereka jadi meningkat dan harga menjadi tinggi.

JUAL BELI BENIH LELE

Mata rantai perniagaan benih lele jelas, system pembayaran berlaku cash and carry, ada uang ada barang. Hanya yang membedakan adalah harga.

Seperti NTT  Sumbawa,tambolaka,waingapu,ende dan kupang ,Sulawesi makasasar,palu,kendari,manado,gorontalo dan luwuk, kalimantan balikpapan,palangkaraya,sampit,sintang,ketapang,banjarmasin,tarakan dan pontianak dan juga di kepulaun riau antaranya Batam sedangkan untuk indonesia timur benih lele yang di supli adalah sorong manokwari jayapuraa dan timika daerah daerah tersebut adalah daerah ‘benih mahal’ dan disukai  oleh pem benih di pulau jawa karena harga bisa mencapai empat kali lipat.

Dari mata rantai budidaya disegmen pem benih an ini juga menghidupkan roda perekonomian karena banyak menciptakan lapangan kerja didalamnya seperti :

Pem benih lele

Pengepul benih lelel

Pelaku Transportasi

Kebutuhan pelet starter, vitamin, antibiotik dan probiotik

Pencari pakan cacing sutra

Peralatan-peralatan yang dibutuhkan pem benih

 

TRIK MENJUAL BENIH LELE

Profesional adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi pelaku penjual benih. Jaminan kualitas harus dikedepankan. Kualitas benih adalah produk yang membuat konsumen percaya. Permintaan konsumen harus memenuhi syarat seperti : ukuran, strain benih, jumlah, harga hingga ketepatan waktu kirim dan kesinambungan benih.

Permintaan yang tinggi tidak menjamin kita akan sukses berbisnis benih lele baik bagi pemijah, pengumpul larva dan pengepul. Pelaku segmen ini harus menguasai teknologi air, pemberian pakan dan managemen transportasi.

Kegagalan pembenih serng terjadi dikarenakan faktor non teknis atau melanggar etika bisnis dalam tata-niaga benih lele seperti :

Pem benih tidak jujur dalam memberi informasi riwayat/histori benih yang diminta oleh konsumen

Adakalanya pem benih jumlah benih yang diorder tidak sesuai dengan permintaan

Pem benih tidak mendalami managemen transportasi sehingga sering terjadi benih sudah stress saat sam pai dilokasi kolam pemesan

Pem benih menerapkan standar tinggi pada harga benih

Pem benih enggan berbagi rezeki dengan misalnya pengepul.

 

BUDIDAYA KUSUS BENIH LELE

Pem benih an termasuk mudah untuk dipelajari. Jika sudah bisa membedakan mana indukan yang dipijahkan secara alami atau indukan yang hanya bisa dipijahkan secara buatan maka memilih usaha pem benih an merupakan pilihan yang tepat. Banyaknya pelatihan-pelatihan, buku-buku dan dan para ahli membuat kita bisa cepat belajar.

Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara budidaya benih lele ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama. Contohnya ketersediaan air alami dan intensitas cahaya matahari yang menyinari kolam, Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir. Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak benih lele yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan oleh dinas setempat. Karena bisnis benih lele ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan  benih lele yang membludak .

Semoga bermanfaat

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>