Petani Kolam Ikan Mujair Di Jayapura Kewalahan Terima Pesanan

petani-kolam-ikan-mujair-di-jayapura-kewalahan-terima-pesanan

Memasuki pekan kedua sampai Ramadan 1433 Hijriah, petani kolam ikan air tawar di ibu kota provinsi Papua, Kota Jayapura kewalahan menerima pesanan dari langganan untuk menyediakan ikan mujair. Sugim, salah seorang petani kolam ikan air tawar di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, mengemukakan bahwa permintaan ikan mujair meningkat jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu. "Ramadan kali ini permintaan ikan mujair cukup banyak dibandingakn dengan tahun lalu diwaktu yang sama," katanya. Menurut bapak satu anak itu, saat ini di Koya Timur stok ikan tengah menipis karena permintaan yang cukup banyak dan juga bukan lagi musim panen. "Ikan mujair layak jual sudah menipis, tapi kalau ikan emberan masih banyak, itu cocok untuk dibesarkan lagi dan masih tunggu dua atau tiga bulan lagi," tuturnya. Sugim mengemukakan, jika saat ini para petani ikan di Koya Timur sudah selesai masa panen, dan jika ada pesanan ikan Mujair dalam jumlah banyak biasanya dia menyalurkan ke petani ikan mujair yang berada di pesisir Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. "Kalau hanya pesan untuk makan atau acara keluarga ada, tapi kalau dalam jumlah besar biasanya saya ke teman-teman di pesisir danau Sentani," katanya. Banyaknya permintaan ikan mujair ini diduga dipicu karena harga daging ayam dan daging sapi yang telah naik, bahkan ayam potong asal Surabaya atau Makasar berukuran besar bisa mencapi Rp40.000 per hewan, sedangkan harga daging sapi mencapai Rp90.000 per kilogram. (Ant/kk)

 

sumber berita8.com

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>