POTENSI PERIKANAN DAN KELAUTAN DELI SERDANG

POTENSI PERIKANAN DAN KELAUTAN

Kabupaten Sergai merupakan kabupaten pemekaran baru dari kabupaten induk, kabupaten Deli Serdang dengan luas 1999,2 km2. kabupaten Sergai berbatasan langsung dengan Selat Malaka di utara, kabupaten Simalungun di selatan, Deli Serdang di sebelah barat dan kabupaten Asahan dan Simalungun di sebelah timur. Penduduk kabupaten Serdang Bedagai sekitar 583.000 jiwa. Kepadatan penduduk sekitar 308 km persegi. Beberapa bagian daerah ini terdiri dari hutan, sungai dan rawa-rawa, sergai terletak antara 0-500 m di atas permukaan laut.  Ada beberapa daerah aliran sungai. Beberapa dari sungai ini dapat dijadikan tempat kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Teknik yang digunakan untuk budidaya adalah dengan system keramba. Di samping sungai yang berpotensi untuk pengembangan perikanan, kabupaten Sergai juga berhadapan langsung dengan selat Malaka yang merupakan akses untuk penangkapan ikan di daerah ZEE dan laut lepas. Dengan panjang garis pantai sekitar 95 km, merupakan potensi lain pengembangan perikanan di daerah pesisir.

FOKUS PENGEMBANGAN PERIKANAN

  • Pengembangan perikanan air tawar terdiri dari intensifikasi dan ekstensifikasi kolam air tenang, kolam air deras, jarring apung, keramba di sungai, dan intensifikasi mina padi.
  • Pengembangan perikanan tangkap dan budidaya di pantai termasuk di dalamnya intensifikasi perikanan tangkap dan pengembangan budidaya air payau.

PROSPEK PENGEMBANGAN PERIKANAN

Perikanan tangkap

Panjang garis pantai sepanjang 95 km mencakup lima kecamatan yaitu: Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Bandar Khalifah. Beberapa daerah pantai ini seharusnya dipertimbangkan sebagai objek wisata karena mempunyai pemandangan yang cukup indah. Keterbelakangan beberapa desa pantai umumnya disebabkan oleh kurangnya investasi, sumberdaya manusia yang rendah, manajemen usaha dan beberapa aspek teknis lainnya. Pada tahun 2006 produksi baru mencapai 21.808,2 ton dengan jumlah nelayan sebanyak 12.10 orang. Hal ini menunjukkan masih cukup besar potensi untuk pengembangan produksi karena angka ini jauh di bawah angka potensi lestari perikanan selat malaka sebesar 239.200 ton/tahun. Kondisi ini membuka peluang pengembangan usaha perikanan tangkapan melalui pengadaan sarana dan prasarana penangkapan.

Budi daya air payau

Pengembangan budidaya air payau terdiri beberapa komoditi seperti udang, ikan nila, dan kerapu. Ada sekitar 4.500 ha potensi budidaya air payau tersebar di beberapa kecamatan, yang dimanfaatkan sampai saat ini sekitar 892 ha. Produksi dari budidaya air payau hanya mencapai 1.132 ton, produktifitas budidaya udang masih rendah sebagai akibat dari permasalahan penyakit udang. Ini seharusnya menjadi perhatian untuk meningkatkan kemampuan dan permodalan dari masyarakat local dan diharapkan kepada para investor untuk menanamkan investasinya dalam rangka pemanfaatan potensi.

  • Kecamatan Pantai Cermin. Potensi lahan budidaya mencapai 600 Ha, dengan jenis paling banyak dibudidayakan adalah udang windu dengan produksi 29,6 ton, udang putih (24,2 ton), udang vanamei (4,6 ton) dan kepiting (4,3 ton). Untuk pembesaran dan pengerasan kepiting, peluang investasi masih terbuka lebar. Investasi tersebut dapat dilakukan di Desa Kuala Lama, Kotapari, Lubuk Saban dan Naga Kisar. Di keempat desa tersebut juga berpeluang bagi pengembangan budidaya udang vanameri. Untuk mendukung usaha budidaya ikan, di Pantai Cermin telah terdapat fasilitas pendukung berupa hatchery. 
  • Kecamatan Perbaungan. Luas lahan budidaya mencapai 170 Ha dan sebagian besar belum dimanfaatkan. Jenis yang dibudidayakan adalah udang putih, udang vanamei, udang windu dan kepiting. 
  • Kecamatan Teluk Mengkudu. Potensi lahan mencapai 600 Ha dengan lahan yang telah dimanfaatkan baru seluas 120 Ha. Komoditas yang dibudidayakan adalah udang vanamei, udang windu, udang putih, kepiting dan ikan banding. Lokasi budidaya terletak di Desa Bogak Besar, Pematang Kuala, Sentang dan Sialang Buah. Selain usaha budidaya, terbuka juga peluang pembangunan hatchery. 
  • Kecamatan Tanjung Beringin. Luas potensi lahan budidaya mencapai 959,8 Ha yang baru dimanfaatkan seluas 40 Ha. Jenis yang dibudidayakan adalah udang windu, udang vanamei dan udang putih. Lokasi budidaya terletak di Desa Bagan Kuala, Pematang Tinggi dan Pekan Tanjung Beringin. 
  • Kecamatan Bandar Khalifah. Potensi lahan mencapai 1.200 Ha yang baru dimanfaatkan oleh 41 unit tambak, tersebar di Desa Kayu Besar dan Pekan Bandar Khalifah. Komoditas yang dibudidayakan adalah udang vanamei, udang putih, udang windu, kepiting dan ikan bandeng

Budidaya laut

Sebagai daerah yang berhdapan langsung dengan selat Malaka ini merupakan sedikit kelemahan dalam budidaya laut. Dalam hal kondisi geografis yang demikian, budidaya di muara sungai dapat dikembangan di daerah Tanjung Beringin dan kec. Bandar Kalipah.

Perikanan air tawar

Perikanan air tawar di daereah ini masih didominasi oleh budidaya. Pengembangan perikanan budi daya air tawar selain meningkatkan kontibusi peningkatan produksi juga untuk memenuhi kebutuhan protein ikan, memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik, meningkatkan pendapatan dan juga membuka lapangan kerja. Pengembangan perikanan air tawar sangat terbuka luas, seperti di kecamatan Perbaungan, Sei Rampah, Dolok Masihul, Sipispis, Dolok Merawan dan lain-lain. Permintaan local untuk ikan terus meningkat sebagai kepedulian dari masyarakat bahwa ikan merupakan hidangan yang sehat. Pengembangan perikanan air tawar ke depan akan dilaksanakan di sungai, sawah sebagai mina adi dan juga kolam. Spesies ikan yang dibudidayakan terdiri dari ikan mas, nila, lele dan bawal tawar dan juga ikan ptin ang merupakan ikan introduksi baru. Di kabupaten sergai terdapat perusahan asing PT. AQUAFARM NUSANTARA yang memproduksi ikan nila merah dan nila gift untuk dieksport ke eropa dan USA. Untuk budidaya perikanan air tawar, petensi tersebar diseluruh Kecamatan dengan luas lahan budidaya mencapai 2.008 Ha, kolam 463 Ha dan kerambah 210 unit. Terdapat juga potensi perairan umum seluas 635 Ha dan waduk seluas 10 Ha. Potensi perairan waduk terdapat di Kecamatan Sei Rampah seluas 8 Ha dan Kecamatan Sipispis seluas 2 Ha, perairan umum juga potensial bagi pemeliharaan ikan dengan system kerambah dan lubuk larangan

Indutrsi perikanan

Melihat dari tingginya potensi perikanan dan kelautan sergai, industri di sector ini seharusnya berperan lebih nyata. Industri perikanan ini termasuk di dalamnya penyediaan fasilitas perikanan, pengembangan pengolahan dan pasca panen. Peluang kegiatan bisnis lain di bidang perikanan dan kelautan adalah industri es dan pendinginan.

Wisata bahari

Sergai merupakan daerah yang menjanjikan di sektor wisata bahari. Hal ini didukung oleh pantai yang menarik dan objek wisata bahari lainnya. Disamping keindahan pantai dengan pasir putihnya, di sepanjang sergai juga terdapat beberapa resort. Pulau berhala merupakan potensi lain yang dapat dikembangkan. Bagaimanapun wisata bahari dapat berkemabang jika ada investor yang menanamkan investasinya.

Pembenihan ikan dan udang

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan perikanan budidaya adalah ketersediaan benih ikan. Sampai sejauh ini pembenihan ikan dilakukan oleh 50 petani ikan dan beberapa usaha pembenihan dlakukan oleh perusahaan. Sejalan dengan pengembangan budidaya perikanan di daerah ini, kebutuhan akan pembenihan ikan juga akan meningkat. Oleh sebab itu, pengembangan hatchery oleh petani dan pengusaha harus mendapat dukungan. Pengembangbiakan beberapa ikan air tawar bernilai ekonomis penting telah berhasil dilakukan oleh Balai Benih Ikan. Dengan adanya usaha tersebut, Balai tersebut dapat menjadi penyalur benih kepada petani ikan atau pengusaha. Pengembangan pembenihan ikan oleh petani dan pengusaha harus mendapat dukungan, sehingga nantinya kabupaten ini menjadi pemasok utama benih ikan di Propinsi Sumatera Utara.

Pengolahan ikan

Ikan asin dan kerupuk ikan mendapat prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan, terutama dalam skala peningkatan konsumsi ikan lokal. Industri ikan asin dan kerupuk dapat menjadi alternatif peningkatan pendapatan bagi penduduk pantai terutama bagi pemberdayaan perempuan di daerah pantai. Permintaan akan ikan segar di kabupaten ini cukup baik. Ikan-ikan tersebut juga dikirim ke Medan, dan beberapa produk dari perikanan tersebut diekspor ke Singapura, Malaysia, Eropa dan Amerika melalui medan sebagai ibukota propinsi sumatera utara.

Pemasaran ikan

Prospek pengembangan produk perikanan Sergai untuk pasar ekspor merupakan suatu peluang yang cukup besar. Keberadaan posisi sergai yang dekat dengan Medan, Kuala Lumpur dan Singapura merupakan salah satu faktor pendukung yang cukup positif yang dapat membuka jalan bagi pasar ekspor. Hal ini dapat terwujud bila ada investor besar yang mampu melihat peluang tersebut terlibat dalam industri perikanan ini. Namun demikian, investor yang lain juga mendapat sambutan. Pemerintah lokal mengundang investor lokal dan asing untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di kabupaten.

sumber;;serdangbedagaikab.go.id

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>