prospek budidaya belut

Budidaya Belut saat ini dirasa sangat menguntungkan mengingat permintaan dalam dan luar negeri terus meningkat, namun Belut alam yang hidup bebas sangat sulit ditemukan.

Penggunaan pestisida pembahas hama dilahan pertanian ternyata berdampak menghilangnya sebagian spesies ikan, termasuk belut. Hal ini sangat memprihatinkan, bila dipandang dari segi keseimbangan alam. Kelestarian alam merupakan tanggungjawab bersama penghuni bumi.

Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain kita memerlukan tata cara panen, pasca panen, pemasaran dan hasil analisanya.

Ikan, termasuk belut sawah ( Monopterus albus ) merupakan sumber protein hewani berasal dari perairan umum yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kebutuhan manusia terhadap sumber protein dari ikan / belut akan berlangsung terus sejalan dengan peradaban, oleh karena itu sumber protein ini harus selalu dijaga dan diselamatkan kelestariannya.

Belut sebagai komoditas unggulan sudah kita ketahui sejak lama. Selain rasanya yang lezat dan gurih belut juga mengandung protein dan yang baik bagi anak-anak dan orang dewasa. Belut tidak hanya dikonsumsi sebagai lauk tetapi juga bisa digunakan untuk obat dan vitalitas bagi kaum pria. Contohnya, air kukusan belut dikenal oleh sinshe Cina sebagai obat liver. Selain itu, belut juga terbukti mampu membantu kelancaran produksi air susu ibu ( ASI ) jika ibu mengkonsumsi sejak kandungan berusia 3 bulan hingga bayi berusia 6 bulan *). Beberapa sinshe mengatakan bahwa belut membantu perkembangan otak dan fisik anak serta remaja. Berbagai penelitian ilmiah pun telah membuktikan bahwa kandungan gizi belut tidak kalah dengan kandungan gizi ikan lainnya. Adapun kandungan gizi daging belut per 100 gram adalah sebagai berikut:

Protein 14 gram

Kalori 303 kal

Lemak 27 gram

Zat Besi 2,0 mg

Kalsium 20,0 mg

Fosfor 200 mg

Vitamin A 1600 SI (satuan Internasional)

Vitamin B 0,1 mg

Vitamin C 2,0 mg



Sumber : Budi Daya Belut di Pekarangan Rumah, Agro Media 2008 



Sebagai obat penambah darah.

Di Taiwan belut sudah menjadi komoditas ekspor yang bisa meraup devisa. Ekspor belut mereka ditujukan ke Jepang, Italia, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Utara, Selandia Baru, Australia dan Korea. Di Negara Italia, Perancis dan Hongkong, belut menjadi makanan yang eksklusif karena berharga mahal dan terdapat direstoran-restoran kelas atas.

Sesuai dengan program pemerintah dalam rangka mencerdaskan bangsa dan memerangi kemiskinan, beternak belut menggunakan lahan sawah adalah sebuah upaya yang perlu digalakkan untuk menunjang maksud tersebut.

Melihat peluang dan manfaatnya yang sangat besar dalam hal pemenuhan gizi dan pemberdayaan masyarakat dibidang ekonomi. Maka saya ingin berbagi pengalaman dan ide untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut diatas.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>