Si Hijau’ Mendongkrak Penghasilan Masyarakat di Pesisir Kabupaten Polewali Mandar

Si Hijau’ Mendongkrak Penghasilan Masyarakat
di Pesisir Kabupaten Polewali Mandar

 

Industrialisasi Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka percepatan pencapaian visi dan misi melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah dan kesejahteraan rakyat; peningkatan daya saing dan modernisasi berorientasi pasar; swasembada dan manajemen kelautan dan perikanan berkelanjutan; integrasi hulu dan hilir berwawasan lingkungan. 

Rumput laut menjadi salah satu komoditas kelautan dan perikanan yang diunggulkan pada pengembangan ke arah industri kelautan dan perikanan selain udang dan tuna. Rumput laut merupakan salah satu sumber devisa negara dan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Selain dapat digunakan langsung sebagai bahan makanan, beberapa hasil olahan rumput laut seperti agar-agar, karaginan dan alginat merupakan senyawa yang cukup penting dalam industri. Indonesia di samping mengekspor rumput laut juga mengimpor hasil-hasil olahannya yang dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya. 

Kabupaten Polewali Mandar terletak di pesisir pantai barat Propinsi Sulawesi Barat berhadapan langsung dengan Teluk Mandar, selat Makassar. Secara Geografis wilayah di Kabupaten Polewali Mandar terletak antara koordinat 02? 40’ 00” – 03? 32’ 00” Lintang Senatan 18 ? 40’ 27 – 119? 32’ 27” Bujur Timur Luas wilayah sekitar 2.022,30 km² atau 202,230 ha.

Selain kawasan daratan dan pegunungan, Kabupaten polewali Mandar juga merupakan daerah yang berada di kawasan maritim. Dengan garis pantai sepanjang sekitar 89,07 kilometer dan luas perairan 86.921 km2, masyarakat pesisir Polewali Mandar telah menciptakan kebudayaan bahari yang sangat khas. Salah satu upaya pemanfaatan perairan Mandar adalah aktivitas para nelayan dalam menangkap ikan atau membudidayakan potensi laut lainnya.

Selain hasil tangkapan nelayan Mandar (ikan tuna, cakalang, tongkol), ikan juga dibudidayakan dengan sistem pertambakan (bandeng dan udang). Dengan demikian, potensi perikanan Kabupaten Polewali Mandar (laut maupun tambak) sangat besar. Data dari dinas terkait di Polewali Mandar menunjukkan bahwa pada tahun 2004 tercatat 23.491,7 ton yang terdiri dari 20.456,3 ton produksi perikanan laut dan 3.035,3 ton perikanan darat. Salah satu komoditi budidaya yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah Rumput Laut, namun hal ini belum dikelola secara optimal oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Balai Diklat Perikanan Aertembaga sebagai Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan berperan serta dalam berbagai program dan kebijakan KKP melalui penyelenggaraan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM sebagai pelaku usaha perikanan. Untuk itu Balai Diklat Perikanan Aertembaga menyelenggarakan Pelatihan Penanaman dan Pemanenan Rumput Laut Bagi Pembudidaya di Kabupaten Polewali Mnadar  di Provinsi Sulawesi Barat. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pembudidaya dalam mengelola usaha budidaya rumput laut.

Pelatihan berlangsung selama 6 (enam) hari kalender mulai tanggal 21 s.d 26 Februari 2013 dengan jumlah peserta 30 (Tiga puluh ) orang pembudidaya rumput laut yang berasal dari 5 Kecamatan, Kecamatan Polewali, Kecamatan Binuang, Kecamatan Balanipa, Kecamatan Wonomulyo dan Kecamatan Campalagian . Pelatihan dilaksanakan di PPI Lantora  Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Selawesi Barat. Kurikulum pelatihan disusun sesuai hasil Analisa Kebutuhan Pelatihan berdasarkan kompetensi peserta pelatihan dengan 52 jam berlatih @ 45 menit.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Polewali Mandar (Harun Abu, SP) sekaligus sebagai narasumber yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada Balai Diklat Perikanan Aertembaga yang telah mengalokasikan kegiatan pelatihan guna peningkatan SDM yang ada di Kabupaten Polewali Mandar khususnya pembudidaya rumput laut yang ada di Kecamatan Polewali. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa  dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM KP di Kabupaten Polewali Manadar khususnya didalam bidang Budidaya Rumput Laut pihak Pemda melakukan perjanjian kerjasama dengan Balai Diklat Aertembaga yang ditandatangani tahun 2011 untuk memprogramkan kegiatan pelatihan baik melalui APBN maupun APBD.

Dalam hal ini pemerintah daerah Polewali Mandar akan mengalokasikan dana untuk melakukan kegiatan pelatihan khususnya di bidang budidaya rumput laut,karena  Kabupaten Polewali Madar memiliki komoditas unggulan berupa rumput laut.  

Kabupaten Polewali Manadar mempunyai potensi budidaya rumput laut yang sangat besar namun masih ada permasalahan yang dihadapi, diantaranya rendahnya SDM pembudidaya, teknlogi budidaya masih rendah yang menyebabkan mutu rendah, kurangnya bibit unggul, minimnya penyuluhan, kekurangan modal, dan lain-lain. Untuk itu komitmen pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Polewali Mandar senantiasa mendukung program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan memberikan motivasi berusaha yang tinggi, memperkuat kelembagaan, pemberdayaan UKM melalui klaster, menjaga kualitas produk.

Metode pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pendidikan orang dewasa (andragogi) dengan saling berbagi informasi dan teknologi antara pelatih dengan peserta maupun antar peserta itu sendiri. Selama proses pembelajaran berlangsung terlihat antusiasme dan respon positif dari para peserta. Mereka sangat bangga dan berterima kasih karena kegiatan Pelatihan Penanaman dan Pemanenan Rumput Laut ini merupakan kegiatan pelatihan yang pertama dilaksanakan di Kecamatan Polewali sehingga mereka bisa mengetahui cara berbudidaya rumput laut yang baik. 

Pelatihan ditutup oleh Kepala Seksi Program Balai Diklat Perikanan  Aertembaga (Dra. Elsye Roring). Dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui pelatihan ini diajarkan teknik budidaya yang baik dan benar . Untuk itu diharapkan apa yang telah diperoleh dari para pelatih dapat diaplikasikan oleh para peserta dengan menerapkan budidaya yang ramah lingkungan dan memperhatikan mutu rumput laut yang dihasilkan. Di akhir kegiatan pelatihan diserahkan hasil praktek berupa 30 jalur atau bentangan berisi bibit rumput laut (Euchema cotonii) kepada seluruh peserta yang dikoordinir oleh Pemerintah setempat untuk pengelolaan selanjutnya. Dan di harapkan dapat dikelola dengan baik dan dapat menjadi kebun bibit bagi para peserta. Selain itu juga diserahkan bantuan bahan dan alat praktek kepada masing-masing peserta sebagai stimulan dalam mengembangkan usaha budidaya rumput lautnya. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pembinaan bagi para peserta tidak akan berhenti setelah pelatihan ditutup. Apabila ada permasalahan dalam mengembangkan usaha budidaya dapat dikonsultasikan dengan pihak terkait baik itu dari Balai Diklat Perikanan Aertembaga, Dinas Kelautan dan Perikanan maupun Penyuluh Perikanan. Semoga usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Polewali Mandar akan berkembang dan menjadi sentra pengembangan rumput laut di Indonesia khususnya di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat……. 



Sumber :

Humas BPPP Aertembaga

kkp.go.id

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>