ikan gabus di sentani jayapura hampir punah

IKan Gabus Danau Sentani

Di Danau Sentani diduga terdapat sekitar 30 spesies ikan air tawar dan empat di antaranya merupakan endemik Danau Sentani yaitu ikan gabus danau sentani (Oxyeleotris heterodon), Ikan Pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), Ikan Pelangi Merah (Glossolepis incisus) dan Hiu gergaji (Pristis microdon).

Namun dibalik kekayaan alam dan memililki beragam biota laut yang sudah dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Danau Sentani juga dijadikan lokasi wisata untuk berenang, bersampan, menyelam, memancing, ski air serta wisata kuliner.

Di tengah potensi dan kekayaan alam Danau Sentani, ternyata menyimpan beberapa ancaman tentang kepunahaan jenis ikan gabus asli yang telah menjadi makanan pokok bagi masyarakatnya dari generasi ke generasi. Pasangan ikan gabus asli atau Khahebei dengan papeda atau sagu berwarna merah merupakan pasangan yang sangat serasi sebagai dasar bagi kekuatan tubuh dan pengembangan otak bagi masyarakat pemiliknya.

Begitupula dengan Ikan Gabus asli Danau Sentani/Khahabei mempunyai protein yang sangat tinggi dan penting bagi ibu-ibu yang hamil dan juga bagi mereka setelah melahirkan. Peran ikan gabus sangat penting bagi kesehatan dan juga punya nilai ekonomi, budaya dan kesehatan.

Salah satu ikan endemik khas Danau Sentani yang populasinya semakin menyusut adalah ikan gabus danau Sentani,hal ini dikarenakan telur ikan ini dimakan oleh ikan gabus dari jenis yang lain.

Ikan hiu gergaji sendiri, sekarang sudah sulit ditemui, bahkan nyaris punah atau tak akan pernah ditemukan lag. Kini populasi ikan gabus asli Danau Sentani (Oxyyeleotris heterodon) pun terancam punah. Fakta di lapangan, masyarakat sudah sulit menjaring bahkan lebih banyak memperoleh ikan lohan dan gabus toraja.

Kelangkaan ikan gabus asli Danau Sentani ini semakin mengkhawatirkan pasalnya perubahan iklim dan masuknya spesies ikan jenis baru menyebabkan populasinya semakin berkurang.

Harga ikan asli Danau Sentani semakin langkah dan sangat mahal, satu ikat ikan Khahabei sudah Rp 100.000,- atau bisa lebih mahal lagi. Ini artinya ikan ini mempunyai nilai ekonomis kalau dikembangkan secara baik.

Di Kota Jayapura, baru ada satu Restaurant Jougwa di Sentani yang baru mengembangkan kepala ikan khahabei kuah kuning plus papeda panas. Selain itu Jougwa juga membuka perwakilan di Jakarta dan menghidangkan kepala ikan kuah kuning khahabei plus papeda panas.

Masuknya jenis-jenis ikan baru di Danau Sentani, menurut Henny Ohee sejak 1958. Pertama kali pemerintah Belanda memasukan tiga jenis ikan masing-masing, Ikan Gurame, Tawes dan Mujair.

Namun di antara ikan-ikan di atas, ternyata ikan lohan dan ikan gabus Toraja sangat mengancam populasi ikan gabus asli Danau Sentani.“Memang masuknya spesies asing seperti ikan gabus Toraja sangat mengawatirkan karena menjadi predator bagi ikan gabus asli Danau Sentani,” ujar peneliti biologi dari Conservation International Indonesia Dra Henderita Ohee MSc di Jayapura.

Satu ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati adalah introduksi spesies-spesies eksotik. Dampak introduksi spesies eksotis secara sengaja atau tidak justru menjadi kompetitor atau predator bagi fauna asli, sehingga menimbulkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada keanekaragaman hayati air tawar. Danau Sentani yang termasuk danau terbesar di Papua pun tak lepas dari masuknya spesies ikan dari luar Papua.

“Setahu saya ada sekitar 15 jenis ikan-ikan baru yang diintroduksi ke Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua,” ujar Dra. Hendrita Ohee, MSc, peneliti ikan tawar dari Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih. Menurut Ohee, masuknya ikan eksotik seperti ikan gabus Toraja (Channa striata) telah menimbulkan dampak negatif terhadap populasi asli ikan Papua. Ikan gabus asli Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon) juga terancam punah atau semakin langka.

Masyarakat Danau Sentani menyebut ikan gabus asli sebesar paha atau betis manusia dengan nama khahebei sedangkan yang masih kecil disebut kayou. Kelangkaan ikan gabus asli Danau Sentani menyebabkan harga melonjak tinggi menjadi Rp 100.000 per ekor ikan besar dan Rp 75.000 pertali untuk ikan kecil. Salah satu restaurant di tepian Danau Sentani, Kabupaten Jayapura yang selalu menyajikan ikan gabus kuah asam pun mengeluh dengan semakin langkanya ikan gabus asli ini.

Ohee yang juga peneliti ikan air tawar dari CII menyebutkan bahwa ikan gabus Toraja memakan telur ikan dan anak-anak ikan gabus asli lainnya. Bahkan penelitian yang dilakukan CII di daerah Sungai Mamberamo menyebutkan, penyebaran ikan gastor (Gabus Toraja) ini semakin meluas dan banyak ditemukan di daerah rawa dan hutan sagu.

Sementara itu, ikan betok (Anabas testutestudineus) di Kabupaten Merauke pun mengancam populasi burung-burung bangau karena ikan ini berduri dan tersangkut di leher bangau menyebabkan banyak yang mati. Selain ikan gabus asli, ikan asli Danau Sentani yang terancam punah lainnya adalah ikan pelangi sentani (Chilatherina sentaniensis). Ikan ini banyak ditangkap untuk dibuat makanan ikan atau pellet bagi petambak ikan di sekitar Danau Sentani. Jika disimak, bukan saja ikan asli di Danau Sentani yang terancam tetapi hampir di semua lokasi di Papua. Ikan air tawar yang terancam antara lain ikan pedang air tawar (Pritis microdon), ikan pari air tawar (Himantura chaophraya), ikan pelangi bleher (Chilatherina bleheri), ikan pelangi merah (Glossolepis insicus), ikan pelangi arfak (Melanotaenia arfakensis), ikan pelangi boeseman (M. Boesemani), dan ikan pelangi kurumoi (M. Parwa).

Semula warga hanya tahu ikan eksotik gabus Toraja (Channa striata) yang banyak mengancamkan populasi jenis-jenis ikan Gabus asli Danau Sentani. Ikan gabus asli Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon) sendiri, ada dua jenis tergantung ukurannya. Yang kecil seperti gabus biasa namun yang besar bisa seukuran betis kaki orang dewasa.

Ikan-ikan gabus sebesar betis orang dewasa ini dalam bahasa Sentani disebut Khahabei karena hanya dipersembahkan bagi Ondoafi dan juga kaum ibu yang baru selesai melahirkan. Ikan Khahabei ini mengandung banyak protein sehingga dianggap ikan penting dalam budaya masyarakat ditepian Danau Sentani.

Belakangan ikan-ikan asli di Danau Sentani semakin terancam punah akibat populasi ikan-ikan eksotik yang memusnahkan dan menjadi predator bagi ikan-ikan tersebut. Predator , menurut pakar lingkungan dan biologi adalah hewan-hewan atau ikan-ikan yang hidup dengan jalan menangkap dan memakan ikan lain. Biasanya hal ini bisa terjadi kalau populasi ikan-ikan endemik seperti ikan lohan dan ikan gabus Toraja yang jumlahnya semakin banyak di dalam suatu ekosistem. (Sumber : Tribun News / Photo : Hendrik Palo)