Budidaya ikan lele di Musi Rawas gunakan terpal

Musi Rawas (ANTARA Sumsel) – Budidaya ikan lele dengan media kolam terpal di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, berperan penting dalam meningkatkan produksi ikan air tawar di daerah itu.

"Hingga Juli 2012 terjadi peningkatan produksi ikan lele milik petani ikan, karena banyak petani kolam air deras yang mengalihkan usahanya ke budidaya ikan lele dengan media kolam terpal plastik," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Musi Rawas Emi Farnita, Sabtu.

Ia mengatakan, hingga Juli 2012 produksi ikan lele mencapai 7.151 ton, sedangkan selama 2011  hanya 4.822 ton,"

Naiknya produksi ikan leleini, kata dia, karena saat ini di daerah itu sedang terjadi pengeringan irigasi kelingi selama tujuh bulan. Akibatnya kolam air deras baik di Kabupaten Musi Rawas maupun Kota Lubuklinggau tidak bisa berproduksi.

Petani ikan kolam air deras maupun kolam air tenang yang tidak bisa memelihara ikan, terutama jenis nila dan ikan mas, yang selama ini memanfaatkan saluran irigasi Kelingi di  Kecamatan Muara Beliti, Tugumulyo dan sebagian kecil di Kecamatan Sumber Harta maupun Purwodadi, beralih ke usaha kolam terpal plastik, sehingga produksi ikan lele di daerah itu meningkat.

Usaha budidaya ikan lele dengan media kolam plastik merupakan solusi untuk mengatasi terhentinya produksi kolam ikan air deras dan air tenang. Usaha ini bisa dilakukan di halaman rumah atau pun kolam-kolam petani yang sedang kering dengan jalan mengisi air serta yang dicampur lumpur.

Kolam-kolam ini tidak memerlukan penggantian air dan cukup di pasang alat untuk sirkulasi air.

Selain biaya pembuatan kolam plastik cukup murah, pemeliharaan ikan lele ini juga tidak serumit memelihara ikan nila atau ikan mas, petani cukup menjaga ketersediaan pakan baik menggunakan pelet  maupun makanan tambahan seperti usus ayam maupun pakan daging lainnya.

Produksi ikan lele tersebut memakan waktu selama tiga bulan dan seterusnya sudah dapat dipanen, yang selanjutnya dijual ke pedagang di Kota Lubuklinggau, Kota Palembang, Provinsi Jambi, Bengkulu dan beberapa daerah lainnya dengan harga jual Rp15.000 per kg.

[Sumber : sumsel.antaranews.com]