Ternyata Beginilah Cara Membenihkan Ikan Nila yang Benar.

…Ternyata Beginilah Cara Membenihkan Ikan Nila yang Benar.

 

Sepenggal kalimat tersebut terucap dari salah seorang peserta pelatihan Pembenihan Ikan Nila beberapa waktu lalu yang diselenggarakan  di Balai Diklat Perikanan Aertembaga – Bitung.
 
Dalam kesan – pesan yang diselipkan sebelum do’a penutup pada acara penutupan, “Refly Paat” pesertapelatihan yang berasal dari Kabupaten Minahasa Utara menyatakan apresiasi dan bangga kepada para pelatih Balai Diklat Perikanan Aertembaga yang telah memberikan berbagai pengetahuantentang cara membenihkan ikan nila. “Walaupun sudah bertahun – tahun kami membudidayakan ikan nila namun kami baru mengetahui ternyata beginilah cara membenihkan ikan nila yang benar. Setelah kembali dari pelatihan apa yang kami dapatkan ini akan kami praktekkan di kolam budidaya yang kami miliki dan akan kami tularkan ke rekan – rekan pembudidaya di kelompok”.  Selanjutnya Refly berharap kedepan ada pelatihan lanjutan dan bisa di panggil lagi untuk menjadi peserta…

Pelatihan yang dibuka bersamaan dengan pelatihan Pengoperasian Alat Tangkap Gillnet oleh Plh. Kepala Balai Dra. Elsye Roring pada tanggal 10 Pebruari 2012 ini ditujukan kepada 30 (tiga puluh) orang pembudidaya ikan yang berasal dari wilayah kerja Balai Diklat Aertembaga. Menurut beliau pelatihan ini diselenggarakan untuk mendukung misi KKP yaitu mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan. Dengan meningkatnya SDM masyarakat pembudidaya diharapkan juga diiringi dengan peningkatan kesejahteraan mereka. Lebih lanjut Dra. Elsye menyampaikan bahwa untuk mempercepat Program Minapolitan, KKP tahun ini merilis Program Industrialisasi kelautan dan perikanan. Industrialisasi Kelautan dan Perikanan ini merupakan proses meningkatkan nilai tambah, produktifitas dan produksi produk perikanan melalui modernisasi. Adapun modernisasi ini salah satunya adalah SDM pelaku utama yaitu masyarakat kelautan dan perikanan.
 
Pelatihan pembenihan ikan nila yang diselenggarakan oleh Balai diklat Perikanan Aertembaga ini adalah pelatihan berbasis kompetensi dengan jumlah jam pelatihan 52 JP @45”, komposisi 30% teori dan 70% praktek. kurikulum disusun berdasarkan kurikulum standar untuk pembenihan ikan nila dan disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta yang telah dihimpun dari hasil Analisa Kebutuhan Pelatihan. Dalam proses pembelajaran peserta lebih dikonsentrasikan dengan kegiatan praktek. Masing – masing peserta memiliki tanggung jawab terhadap tugas praktek yang diberikan oleh pelatih. Namun demikian ada kegiatan praktek yang dilakukan secara berkelompok. Para peserta kemudian dibagi atas 4 (empat) kelompok praktek terlebih pada saat praktek Mengukur kualitas air dan Membuat sarana budidaya.

Adapun pemberian materi oleh para pelatih dilakukan di ruang kelas dan praktek dilakukan di workshop budidaya dan kolam latih BPPP Aertembaga. Selain diberikan materi teknis tentang pembenihan ikan nila, para peserta didatangkan narasumber dari BBAT Tatelu untuk mendapatkan pengetahuan tentang Kebijakan pembangunan perikanan budidaya dandari BRI Cabang Bitung Akses mendapatkan modal usaha.
 
Di akhir kegiatan praktek nampak wajah – wajah ceria dari para peserta karena pelatihan ini telah menjawab keingintahuan mereka mengenai budidaya ikan nila yang notabene telah bertahun – tahun mereka geluti dan mereka merasa telah matang dalam hal membenihkan ikan nila, sehingga tidak perlu lagi membeli benih dari balai benih ikan. Selain itu mereka akan menerima bantuan peralatan budidaya dari Balai Diklat Perikanan Aertembaga sebagai modal awal untuk memulai usaha budidaya, bahkan untuk melengkapi peralatan budidaya yang telah mereka miliki sebelumnya.
    
Pelatihan ini ditutup pada tanggal 15 Pebruari 2012 oleh Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Instruktur sekaligus Ketua Panitia Pelatihan Pembenihan Ikan Nila, Kader Lentang, S.Pd., M.Si.Sebelum menutup pelatihan beliau berpesan agar apa yang didapatkan dalam pelatihan ini semoga bermanfaat dalam profesi sehari – hari dan senantiasa mengembangkan keterampilan di dunia kerja.
 
Kemudian bantuan peralatan budidaya yang diberikan oleh Balai Diklat Perikanan Aertembaga kepada para peserta pada dasarnya hanya stimulus agar mereka lebih bersemangat dalam berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara membudidayakan ikan.

Sumber :

Humas BP3 Aga

kkp.go.id

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>